Kunjungan Menhan AS ke Asia Tenggara Temui Kesulitan

2018-01-29 13:38:48

Menteri Pertahanan AS James Mattis berkunjung ke Indonesia dan Vietnam pada minggu lalu, serta mengadakan konsultasi mengenai peningkatan kerja sama di bidang pertahanan dan anti-terorisme kedua negara. Analis menunjukkan bahwa situasi kawasan Asia Tenggara belakangan ini relatif stabil. Dalam kerja sama dengan AS di bidang pertahanan, Indonesia dan Vietnam berpegang teguh pada 'mengambil sesuai kebutuhan masing-masing', dan mengupayakan perdamaian dan kestabilan merupakan garis dasar negara regional.

Pakar bidang pertahanan Institut Maritim Indonesia dalam wawancara dengan wartawan mengatakan, salah satu tujuan kunjungan Mattis ke Indonesia ialah berupaya menambah volume ekspor persenjataan tentara AS ke Indonesia, dan mempersempit ruang ekspor persenjataan Rusia. Namun Menhan Indonesia Ryamizard Ryacudu menyatakan bahwa perlengkapan persenjataan militer Indonesia masih cukup. Ini membuktikan bahwa AS gagal menjual senjatanya kepada Indonesia.

Analis berpendapat, selama satu periode ini, pejabat-pejabat senior AS termasuk Presiden AS Donald Trump, Wapres AS Mike Pence dan Menlu AS Rex Tillerson berturut-turut mengunjungi Asia Tenggara, di satu sisi bertujuan menenangkan sekutu dan negara mitranya di kawasan ini, di sisi lain, kunjungan mereka menonjolkan kerja sama di bidang pertahanan, dan ini berarti pemerintah Trump ingin berfokus pada kerja sama di bidang pertahanan dengan ASEAN.

Di Jakarta, Mattis menyebut Indonesia sebagai 'poros maritim' kawasan ini, ini mencerminkan pihak AS ingin memanfaatkan keunggulan letak geografis Indonesia. Analis berpendapat, AS selalu mempertahankan keberadaan militernya di kawasan Pasifik, sedangkan Indonesia dan Vietnam sama-sama adalah negara anggota utama ASEAN, dan mempunyai letak geografis yang sangat penting. Akan tetapi, negara-negara Asia Tenggara mengambil kebijakan untuk tidak berpihak dalam jangka panjang, serta mengupayakan diversifikasi dan keanekaragaman hubungan internasional, demi memelihara kestabilan menyeluruh situasi regional.

Menurut pakar terkait Indonesia, Indonesia berpegang teguh pada kebijakan diplomatik bebas yang non blok, dan secara aktif mengupayakan kebijakan diplomatik yang lebih fleksibel dan menang.

Pakar senior masalah Vietnam Ngo Xuan Lich mengatakan, meski kunjungan Mattis ke Vietnam kali ini mendapatkan sambutan tingkat tinggi, namun pihak Vietnam tidak memberikan keistimewaan kepadanya.

Analis menunjukkan, bahwa hubungan AS-Vietnam membaik dalam beberapa tahun ini, namun kerja sama pertahanan tentara kedua pihak tetap berada pada tahap awal.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok