Mekanisme Kerja Sama Lancang-Mekong Terus Capai Hasil Bernas

2018-01-10 10:57:22

Pertemuan pemimpin kedua dalam kerangka Mekanisme Kerja Sama Sungai Lancang-Mekong digelar di Phnom Penh, Kamboja pada hari Rabu 10 Januari. Dalam pertemuan tersebut para hadirin telah membahas hasil-hasil yang dicapai dalam dua tahun terakhir dan menyusun rencana kerja sama pada masa mendatang.

Pada 23 Maret 2016, pertemuan pemimpin pertama Kerja Sama Lancang-Mekong digelar di kota San'ya, Provinsi Hainan, Tiongkok. Dalam pertemuan tersebut Mekanisme Kerja Sama Lancang-Mekong resmi diberlakukan. Sejak dicetuskan pada 2016, kerja sama Lancang-Mekong telah mengalami perkembangan pesat, mekanisme kerja sama pun terus diperbaiki, dan telah membuahkan banyak hasil melalui kerja sama di berbagai bidang. Walaupun mekanisme Lancang-Mekong masih “berusia muda”, namun telah mencapai hasil yang melimpah.

Menteri Urusan Dalam Negeri merangkap Menteri Luar Negeri Kambojak, Prak Sokhonn menyatakan: “Dibanding prakarsa dan kerangka lainnya, mekanisme kerja sama Lancang-Mekong tidak punya sejarah yang lama, tapi sudah mencapai hasil yang memuaskan dalam waktu pendek. Tiga pilar dalam kerja sama Lancang-Mekong adalah keamanan politik, perkembangan berkelanjutan ekonomi serta sosial dan hubungan antar masyarakat sesuai dengan tiga pilar ASEAN. Kami juga telah menetapkan lima bidang prioritas, termasuk konektivitas, kerja sama kapasitas produksi, kerja sama ekonomi lintas wilayah, sumber daya air serta pertanian dan pengentasan kemiskinan. Kamboja telah menghidupkan 45 proyek untuk memberikan daya pendorong pada kerja sama tersebut.”

Lima negara di daerah aliran Sungai Mekong berpopulasi hampir 240 juta jiwa. Produk domestik bruto (PDB) kelima negara tersebut pada tahun 2016 adalah US$ 710 miliar. Di samping itu, kelima negara tersebut memiliki pasar tenaga kerja dan konsumsi yang potensial. Tiongkok dan lima negara daerah aliran Sungai Mekong memiliki sifat saling melengkapi di bidang ekonomi, kerja sama ekonomi dan perdagangannya memiliki potensi sangat besar. Data statistik menunjukkan, mekanisme kerja sama Lancang-Mekong telah sangat mendukung perkembangan perdagangan Tiongkok dan negara-negara yang dilintasi Sungai Mekong sejak dicetuskannya pada dua tahun lalu. Produk-produk buatan Tiongkok seperti mesin dan barang elektronik sangat laris di pasar kelima negara tersebut. Sementara itu, produk pertanian dan produk elektronik dari lima negara daerah aliran Sungai Mekong telah diekspor ke Tiongkok dalam jumlah besar. Volume perdagangan antara Tiongkok dan lima negara di sekitar Sungai Mekong sepanjang 2016 adalah US$ 193,4 miliar. Volume perdagangan antara kedua pihak pada Januari hingga November lalu adalah sebesar US$ 200,9 miliar, atau meningkat 16 persen.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok