Cendekiawan Tiongkok dan Malaysia Usulkan Pembentukan Komunitas Senasib Sepenanggungan Umat Manusia

2017-10-30 10:41:54

Forum Peringatan 4 Tahun Pembangunan Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan atau The Belt and Road digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada hari Jumat lalu (27/10). Forum disponsori bersama oleh sebuah perusahaan permesinan Tiongkok dan Pusat Konektivitas Global Peking University. Di sela-sela forum tersebut, para cendekiawan Tiongkok dan Malaysia telah menyampaikan pandangannya masing-masing mengenai pembentukan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia melalui pelaksanaan inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan.

Mantan Duta Besar Malaysia untuk Tiongkok, yang juga Ketua Perhimpunan Persahabatan Malaysia-Tiongkok, Abdul Majid Ahmad Khan sejak lama menaruh perhatian pada perkembangan Tiongkok, khususnya Sidang Kongres Nasional ke-19 PKT yang ditutup belum lama yang lalu. Majid berpendapat, penyelenggaraan Sidang Kongres Nasional ke-19 PKT adalah peristiwa yang bermanfaat bagi rakyat Tiongkok maupun dunia, juga membantu bagi pelaksanaan inisiatif One Belt One Road.

Ia mengatakan: “Malaysia adalah salah satu negara yang paling awal menyatakan dukungan terhadap inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan sejak dicetuskan oleh Tiongkok. Malaysia memang telah memperoleh banyak manfaat dari inisiatif tersebut. Sekarang inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan sudah dicantumkan ke dalam Konstitusi PKT dan ini pasti akan terus mendorong perkembangannya pada masa mendatang.”

Profesor Zhai Kun, Direktur Pusat Konektivitas Global Peking University mengatakan kepada wartawan bahwa Sidang Kongres Nasional ke-19 PKT telah menunjukkan arah bagi perkembangan inisiatif One Belt One Road, ini akan menjadi jalan penting yang akan ditempuh dalam upaya pembentukan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia.

Ei Sun Oh dari Pusat Penelitian Pasifik Malaysia menyatakan setuju atas perkataan Profesor Zhai tersebut. Ia mengatakan bahwa pembangunan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia akan memainkan peranan dominan dalam urusan diplomatik Tiongkok, sementara itu, inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan akan menjadi salah satu wadah utama bagi upaya pembentukan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia. Ei Sun Oh berpendapat, negara-negara Asia Tenggara akan secara lebih aktif berpartisipasi dalam upaya tersebut.

Ia mengatakan: “Ke depannya negara-negara Asia Tenggara akan memainkan peranan yang lebih penting, atau tepatnya berperan sebagai titik transit bagi pertukaran Tiongkok dengan negara-negara kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan di bawah kerangka Satu Sabuk Satu Jalan.”


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok