Misi Diplomatik Tiongkok untuk ASEAN dan Kedubes Tiongkok untuk Indonesia Adakan Resepsi Bersama HUT Ke-68 RRT

2017-09-29 12:47:14

Misi Diplomatik Tiongkok untuk ASEAN dan Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia kemarin (28/09) mengadakan resepsi bersama Perayaan HUT ke-68 Hari Nasional RRT. Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Xu Bu, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Sun Weide, dan Menteri BUMN Rini Soemarno masing-masing menyampaikan pidatonya. Mantan Presiden Indonesia B. J. Habibi dan para Utusan berbagai negara untuk Indonesia dan ASEAN serta para wakil dari asosiasi Tionghoa sebanyak 1200 orang menghadiri resepsi tersebut.

Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Xu Bu mengatakan, tahun ini adalah genap 50 tahun pembentukan ASEAN. Selama setengah abad ini, ASEAN berupaya meningkatkan penyatuan intern, aktif memecahkan perselisihan kawasan, dan telah menjadi organisasi regional terpenting di kawasan ini, juga telah menjadi teladan federasi pembangkitan negara-negara yang berbeda sistem sosial dan tingkat perkembangannya. Sejak tahun 1990, hubungan Tiongkok-ASEAN berkembang pesat. Pada tahun 2013, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengunjungi Indonesia, dan mengajukan inisiatif 'Satu Sabuk Satu Jalan' yang dibangun bersama negara-negara ASEAN, bergadengan tangan untuk membangun Komunitas Senasib Sepenanggungan Tiongkok-ASEAN, dan menggariskan peta biru yang indah permai untuk perkembangan hubungan Tiongkok-ASEAN.

Sementara itu, Xu Bu mengatakan bahwa Tiongkok telah menjadi mitra kerja sama ASEAN yang paling berhasil. Hubungan tingkat tinggi antara pemimpin semakin sering dan saling berkunjung. Tiongkok telah berturut-turut selama 8 tahun menjadi mitra dagang terbesar ASEAN, dan ASEAN telah berturut-turut menjadi mitra dagang terbesar ketiga Tiongkok. Selain itu, pertukaran personel kedua pihak pada tahun lalu telah menerobos 38 juta orang, dengan setiap minggunya terdapat 2700 pesawat yang terbang dari Tiongkok ke negara-negara ASEAN. Tiongkok telah menjadi sumber wisatawan asing terbesar ASEAN. Dia menyatakan bahwa tahun depan Tiongkok dan ASEAN akan menyambut HUT ke-15 terjalinnya kemitraan strategis. Kedua pihak hendaknya memandang ke masa depan, fokus pada arah perdamaian dan perkembangan, bersama-sama melukiskan peta biru kerja sama dengan kemenangan bersama, mempererat hubungan antara rakyat kedua pihak, serta melangkah dengan mantap menuju arah pembangunan senasib sepenanggungan Komunitas Tiongkok-ASEAN yang lebih erat.

Selain itu, Menteri Rini Soemarno menyatakan, Indonesia sebagai negara penting di sepanjang Jalur Sutra Kuno, telah menjadi mitra pembangunan penting dengan Tiongkok. Presiden Joko Widodo pada Mei lalu menghadiri Forum Puncak Kerja Sama Internasional 'Satu Sabuk Satu Jalan', ini mencerminkan bahwa Indonesia berharap untuk meningkatkan hubungan kemitraan Tiongkok-Indonesia ke level yang lebih tinggi. Inisiatif 'Satu Sabuk Satu Jalan' Tiongkok dan strategi 'Poros Maritim Dunia' Indonesia sangat cocok, kedua pihak dapat mengadakan kerja sama lebih lanjut di berbagai bidang termasuk interkoneksi, logistik, pariwisata dan perdagangan. Dia menyatakan terima kasih terhadap pihak Tiongkok yang meminjamkan sepasang Giant Panda kepada Indonesia, dan yakin bahwa kedatangan panda tersebut pasti berfaedah untuk memperdalam persahabatan antara rakyat kedua negara, terutama antara anak-anak dan remaja yang melambangkan masa depan kedua negara.


Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok