Vonis 5 Tahun Terhadap Yingluck Akhiri “Era Shinawatra”

2017-09-28 11:22:12

Mahkamah  Agung Thailand menjatuhkan vonis lima tahun penjara terhadap mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra setelah terbukti bersalah karena lalai dalam kasus skema subsidi beras dalam sidang yang digelar secara in absentia, hari Rabu (27/09) kemarin. Vonis ini sekaligus menandakan bahwa 'Era Shinawatra' di dunia politik Thailand telah berakhir.

Vonis yang dijatuhkan kepada Yingluck mirip dengan keadaan Thaksin Shinawatra pada tahun 2008. Waktu itu, Thaksin terlibat dalam sebuah kasus pembelian tanah, dia pernah kembali ke Thailand untuk melakukan pembelaan diri di depan pengadilan, namun setelah menyadari bahwa 'situasi kurang menguntungkan', Thaksin pun melarikan diri sebelum putusan akhir diumumkan. Pengadilan pada akhirnya menjatuhkan hukuman penjara 2 tahun kepada Thaksin.

Vonis terhadap Thaksin maupun Yingluck, berapa lama masa hukuman tidaklah terlalu penting, vonis yang dijatuhkan akan menghadang mereka untuk kembali ke Thailand. Asalkan menginjakkan kaki di wilayah Thailand, mereka akan langsung dijebloskan ke penjara. Dengan kata lain, jika dijatuhi vonis, maka kakak beradik yang melarikan diri ini tidak mungkin kembali ke Thailand melalui jalur normal.

Kudeta militer dan putusan pengadilan sebenarnya telah mengubah keadaan dan struktur politik 'Era Shinawatra'.

Namun selama belasan tahun ini, konsep politik keluarga Thaksin tertanam kokoh di hati sejumlah orang Thailand, dan ini tidak akan hilang dengan cepat hanya karena keputusan Mahkamah Agung tersebut. Partai Thai Rak Thai (TRT) yang dibentuk Thaksin, serta sebagian kebijakan Partai Kekuatan Rakyat serta Partai Pheu Thai yang mengikuti TRT bahkan masih memiliki posisi penting. Politik Thailand segera akan dihadapkan pada masalah mengenai siapa yang akan melanjutkan konsep politik Grup Thaksin, dan siapa yang dapat dengan secepatnya memimpin Partai Pheu Thai dalam pemilihan tahun depan.

Di bawah kekuasaan pemerintah sekarang, pertumbuhan ekonomi Thailand tidak termasuk cepat, namun situasi sosial stabil. Mayoritas penduduk Thailand yang sudah lelah dengan kekacauan sosial dan pertarungan politik, mungkin dapat menemui arah perkembangan yang baru tanpa kehadiran Thaksin dan Yingluck.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok