Gunung Agung Status Awas

2017-09-27 12:11:38

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Nugroho, dalam siaran persnya di Klungkung, Bali, belakangan ini mengatakan, karena Gunung Agung beraktivitas keras, mungkin letus, oleh karena itu sekitar 57 ribu orang dievakuasi.

Sutopo Nugroho mengatakan letusan gunung tidak dapat diprediksi, demikian juga Gunung Agung yang hingga saat ini telah memasuki masa kritis di level awas. Hanya saja gunung akan memberi petanda tertentu jika akan meletus seperti seringnya terjadi gempa. Umumnya, jika terjadi gempa tremor atau getaran di tanah secara terus menerus dalam waktu lama, letusan akan terjadi dalam waktu dekat.

Sutopo mengatakan, jumlah pengungsi saat ini lebih dari 48 ribu jiwa dengan sebagian besar adalah penduduk yang tinggal di sekitar Gunung Agung dalam radius 6-12 kilometer dari gunung. Sedikitnya terdapat 301 titik posko pengungsian yang tersebar di sembilan kabupaten di Bali.

Masyarakat, kata dia, mengungsi ke berbagai tempat seperti fasilitas umum, tempat ibadah dan rumah-rumah warga. Dia mengapresiasi adanya modal sosial yang baik ketika banyak unsur masyarakat yang merelakan rumahnya menjadi tempat pengungsian.

Gunung Agung sendiri meletus terakhir kali pada 1963, yaitu pada kurun 18 Februari 1963 hingga Januari 1964. Dampak letusan saat itu menyebabkan 1.500 jiwa tewas, 1.700 rumah hancur, 225.000 jiwa kehilangan mata pencaharian dan 100.000 jiwa mengungsi


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok