Jepang Ikuti Tender Pengadaan Radar Pertahanan Udara Thailand

2017-09-07 11:37:01

XINHUA: Belum lama ini, media Jepang melaporkan bahwa Kementrian Pertahanan Jepang akan mengikuti tender pembelian radar yang diadakan Angkatan Udara Thailand. Radar yang hendak dijual Jepang adalah radar pertahanan udara FPS-3. Analis berpendapat, upaya tender tersebut menandakan pemerintah Jepang tengah mengintensifkan pengalihan senjata kepada negara-negara Asia Tenggara dengan bertolak dari motif geo-politik, dan tujuannya adalah untuk menembus pembatasan Konstitusi Damai Jepang.

Radar FPS-3 memiliki kemampuan yang luar biasa dalam mendeteksi dan melacak obyek terbang. Radar serupa kini ditempatkan di 7 pangkalan Pasukan Bela Diri Jepang.

Harian Sankei Shimbun sayap kanan menyatakan, jika Jepang memenangkan tender tersebut, maka Pasukan Bela Diri dan Angkatan Bersenjata Thailand akan dapat mengadakan kerja sama dalam penggunaan radar dan pelatihan pasukan, bahkan akan saling berbagi informasi.

Tender Jepang tersebut merupakan langkah terbaru Jepang dalam upayanya untuk mengalihkan senjatanya kepada Asia Tenggara. Setelah Perang Dunia II, Jepang memberlakukan "tiga prinsip tentang ekspor senjata ke luar negeri", yang melarang ekspor senjata, akan tetapi, pemerintah Shinzo Abe membatalkan larangan tersebut pada April 2014 dan secara besar-besaran memperlonggar pembatasan terhadap ekspor perlengkapan dan teknologi militer ke luar negeri. Sejak saat itu juga, pemerintah dan masyarakat Jepang berusaha keras mempromosikan perlengkapan militer kepada luar negeri.

Atas pertimbangan unsur geo-politik, Jepang memandang Asia Tenggara sebagai sasaran utama dalam ekspor senjatanya kepada luar negeri. Pada Maret lalu, pemerintah Jepang telah menyewakan beberapa unit pesawat latih TC-90 kepada Filipina. Ini adalah pertama kalinya Jepang mengalihkan perlengkapan Pasukan Bela Diri kepada luar negeri setelah Shinzo Abe membatalkan larangan ekspor senjata.

Para analis berpendapat, dalam proses tender kali ini, Jepang akan menghadapi persaingan sengit dari perusahaan-perusahaan Eropa, termasuk Italia. Apakah Radar FPS-3 Jepang dapat memenangi tender atau tidak, hal ini masih merupakan sebuah teka teki. Menurut keterangan, anggaran belanja militer Thailand setiap tahun adalah US$ 6 miliar, maka sama sekali tidak mampu mengimpor radar yang memiliki kinerja tinggi.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok