CABIS Jajaki Mekanisme Kerja Sama Multilateral

2017-09-05 10:31:57

Dalam sepuluh tahun terakhir, Pertemuan Puncak Bisnis dan Investasi Tiongkok-ASEAN atau CABIS telah menyediakan jalur konsultasi dan dialog antara Tiongkok dan ASEAN di banyak bidang, antara lain, politik, perdagangan dan investasi. Ke depannya CABIS akan terus mengoptimalkan fungsinya sebagai wadah pertemuan puncak, memperluas layanannya sampai ke negara-negara lain yang dilintasi One Belt One Road, serta membentuk mekanisme kerja sama multilateral. Demikian dikatakan Wakil Sekjen Sekretariat CABIS, Ding Yuanlong dalam wawancaranya dengan wartawan pada hari Senin kemarin (4/9).

CABIS ke-14 akan digelar di kota Nanning, Tiongkok pada 12 hingga 14 September mendatang. Pertemuan kali ini mengusung tema “bersama-sama membangun Jalur Sutra Maritim Abad 21 dan pariwisata membantu integrasi ekonomi di kawasan”.

Menurut keterangan, CABIS kali ini akan menyelenggarakan dialog meja bundar antara pemimpin Brunei Darussalam dan CEO perusahaan Tiongkok, seminar tentang kerja sama hukum bisnis Tiongkok-ASEAN, forum pemimpin bisnis Tiongkok-ASEAN, temu wicara bisnis e-commerce lintas wilayah Tiongkok-ASEAN serta seminar perdagangan dan investasi bagian timur ASEAN.

Ding Yuanlong mengatakan, CABIS berusaha membentuk mekanisme kerja sama multilateral yang baru dengan berlandaskan pada platform kerja sama yang sudah ada, tujuannya adalah untuk menyediakan jalur komunikasi dan pertukaran yang majemuk bagi Tiongkok dan negara-negara ASEAN serta negara-negara lain yang berada di luar kawasan ini.

Ding Yuanlong mengatakan, platform e-commerce lintas wilayah Tiongkok-ASEAN (China-ASEAN E-Commerce Platform) telah berkembang menjadi salah satu mekanisme kerja sama multilateral yang baru. Sejak beroperasi secara resmi pada akhir 2016 dan terhitung hingga bulan Juli tahun ini, jumlah transaksi melalui platform tersebut tercatat 824 ribu kali. Lebih dari 900 macam komoditas dari negara-negara ASEAN diekspor ke Tiongkok melalui platform e-commerce tersebut. Saat ini platform tersebut hanya membuka jalur ekspor satu arah ke Tiongkok. Ia menyatakan, ke depannya akan dibuka jalur jual beli dua arah antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN agar komoditi Tiongkok dapat diekspor ke negara-negara ASEAN secara online. Wadah e-commerce lintas wilayah tersebut akan membantu perusahaan ukuran kecil dan menengah di Tiongkok maupun negara-negara ASEAN untuk menemukan mitra perdagangan sehingga terwujud perdagangan dua arah.

Selain itu, CABIS kali ini akan untuk pertama kalinya menyelenggarakan seminar perdagangan dan investasi zona perkembangan bagian timur ASEAN. Para pejabat dan pengusaha dari Indonesia, Malaysia, Filipina dan Brunei Darussalam akan mempromosikan proyek-proyek investasi bagian timur ASEAN melalui kerja sama dengan mitra perdagangan Tiongkok.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok