CAEXPO ke-14 Akan Digelar di Nanning pada Pertengahan September

2017-09-04 10:51:47

Ekspo Tiongkok-ASEAN atau CAEXPO ke-14 serta Pertemuan Puncak Bisnis dan Investasi Tiongkok-ASEAN (CABIS) akan diadakan di kota Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi pada 12 hingga 15 September mendatang. Pada CAEXPO tahun ini, stan pameran "One Belt One Road" akan hadir untuk pertama kali. Khazakstan, sebagai negara pertama yang dilintasi Sabuk Ekonomi Jalur Sutra Maritim, beserta sepuluh negara ASEAN dan negara-negara lain di sepanjang Jalur Sutra Maritim akan berkumpul di penghelatan CAEXPO ke-14, sehingga semakin menonjolkan posisi strategis Guangxi sebagai salah satu hub dalam pelaksanaan inisiatif One Belt One Road.

Kepala ekonom dari Komisi Pembangunan dan Reformasi Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tang Aibin mengatakan, unsur terpenting dalam pelaksanaan inisiatif One Belt One Road adalah konektivitas. Guangxi tengah berupaya membangun dirinya sebagai hub internasional yang menyambungkan One Belt One Road melalui pelaksanaan proyek "satu koridor dua pelabuhan".

Kota Nanning merupakan tuan rumah permanen CAEXPO sejak tahun 2004. Dalam 13 kali penyelenggaraan di masa lalu, ajang tersebut telah dihadiri oleh 63 pemimpin tertinggi dan 2.700 tamu tingkat menteri dari Tiongkok dan negara-negara ASEAN. Selain itu, sejumlah 584 ribu pengusaha turut ambil bagian dalam 13 kali penyelenggaraan ajang tersebut. Saat ini, sebanyak 6 negara ASEAN telah meresmikan Konsulat Jenderal di kota Nanning.

Wakil Sekjen Sekretariat CAEXPO, Yang Yanyan mengatakan, CAEXPO memainkan fungsi sebagai mekanisme koordinasi antara kedua pihak di bidang bisnis, perhubungan, kepabeanan, pemeriksaan kualitas, moneter, iptek, pelestarian lingkungan dan humaniora sehingga terbentuk "Jalur Nanning" yang unik.

Dalam kerangka pelaksanaan inisiatif One Belt One Road, Guangxi telah mengaktifkan Forum Kerja Sama Ekonomi Pan Teluk Beibuwan, zona percobaan reformasi moneter, zona percobaan keterbukaan titik berat tingkat nasional serta zona percobaan khusus kerja sama Provinsi Guangdong dan Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi. Wadah-wadah kerja sama tersebut telah mendorong keterpaduan antara logistik, kunjungan personel, arus moneter dan arus informasi. Guangxi pada masa mendatang diyakini akan memainkan peranan yang semakin penting dalam proses integrasi regional dan globalisasi ekonomi. Demikian tutur seorang profesor dari Akademi Hubungan Internasional di bawah Peking University.

Untuk mendorong kerja sama di berbagai bidang, Guangxi berencana membangun "empat pusat", yaitu pusat distribusi sumber daya, pusat pertukaran humaniora, pusat kerja sama kapasitas produksi lintas wilayah serta basis percobaan perdagangan bebas Teluk Beibuwan.

Wakil Direktur Eksekutif Kantor Urusan Keterbukaan dan Kerja Sama antara Zona Ekonomi Teluk Beibuwan Guangxi dengan ASEAN, Wei Ran mengatakan, dibangunnya basis percobaan perdagangan bebas Teluk Beibuwan adalah untuk menjajaki mekanisme baru terkait liberalisasi serta fasilitasi perdagangan dan investasi, guna mendorong kerja sama Tiongkok dengan ASEAN dan negara-negara yang dilintasi Jalur Sutra Maritim.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok