Organisasi Ramah Lingkungan Singapura Minta Warga Bawa Kantong Belanja Sendiri

2017-09-01 13:25:28

Sebuah oraganisasi ramah lingkungan Singapura pada bulan Februari lalu mengusulkan restoran dan toko untuk memberikan diskon kepada konsumen yang membawa kantong belanja sendiri, demi mengurangi polusi sampah plastik dari kemasan produk. Sejauh ini, 14 perusahaan setempat telah bergabung dalam inisiatif tersebut.

Pada hari Kamis (31/8), 14 perusahaan industri boga dan toko swalayan mengumumkan bergabung dalam gerakan “Bring Your Own” dengan memberikan diskon kepada tamu yang membawa kontainer dan kantung belanja sendiri demi mendorong konsumen mengurangi penggunaan bungkusan plastic, sehingga pencemaran sampah plastik di Singapura berkurang.

Inisiatif itu dicetuskan oleh Organisasi “Zero Waste Singapore” pada bulan Februari lalu. Organisasi itu dalam sebuah survei menemukakan bahwa lebih dari 70 persen konsumen berpendapat, mereka dapat menggunakan kontainer atau kantung belanja sendiri kalau dapat memperoleh diskon dari restoran dan toko. Meski kini hanya 14 perusahaan bergabung dalam gerakan terrsebut, Organsiasi Zero Waste Singapore berencana menarik lebih dari 500 perusahaan sebelum akhir tahun ini demi merealisasi target pengurangan 1 juta kantung plastik.

Bagaimana Singapura memroses sampah? Itu memang merupakan sebuah masalah besar di Singapura. Luas wilayah Singapura hanya sekitar 700 kilometer persegi, populasinya melampaui 5 juta jiwa. Volume sampah per hari melampaui 20 ribu ton. Kalau hanya dengan menggunakan cara penimbunan dengan sederhana, maka Singapura akan segera kehabisan lokasi penimbunan sampah.

Singapura tidak menerapkan metode pembagian jenis sampah seperti Jepang dan negara lain, dan pembagian jenis sampah biasanya dilakukan oleh pihak pemroses sampai. Setelah mengambil sampah dari lokasi pemukiman penduduk, perusahaan pemroses sampah biasanya mengadakan pembagian sampah dan mendaur-ulang sebagian sampah. Kini, persentase sampah yang dapat didaur-ulang di Singapura mencapai 60 persen, sedangkan sampah yang tak dapat didaur-ulang diproses oleh pabrik pembakar sampah.

Pabrik pembakar sampah dan lapangan penimbunan sampah Singapura merupakan lembaga milik pemerintah, sehingga alokasi dananya berasal dari kas negara. Pabrik pembakar sampah juga merupakan PLTU. Tenaga listrik yang diperoleh melalui pembakaran sampah dijual kepada perusahaan dan penduduk dengan harga pasar.

Melalui daur-ulang dan pembakaran, masih ada sekitar 2 persen sampah yang perlu dproses dengan cara penimbunan. satu-satunya lokasi penimbunan sampah Singapura terletak di Pulau Semakau, 8 kilometer dari kota Singapura, dan diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan akan penimbunan sampah hingga sebelum tahun 2035.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok