ASEAN Intensifkan Pendidikan Vokasional

2017-08-21 13:26:38

ASEAN baru-baru ini meluncurkan laporan indeks perkembangan pemuda ASEAN, melalui evaluasi atas sejumlah indeks seperti pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, rasa bahagia, kesempatan perkembangan, partisipasi sosial dan penerimaan masyarakat, laporan berpendapat bahwa dari tahun 2011 hingga tahun 2015, keadaan perkembangan pemuda di negara-negara ASEAN mengalami perbaikan. Laporan menunjukkan, dari tahun 2016 hingga tahun 2020, titik berat perkembangan pemuda ASEAN perlu dipadukan lebih erat dengan Rencana Penempatan Tenaga Kerja Pemuda ASEAN.

Penanggung jawab Yayasan Aktivitas Populasi PBB untuk kawasan Asia-Pasifik Yoriko Yasukawa dalam jumpa pers menyatakan, para pemuda di seluruh dunia seharusnya menikmati syarat yang diperlukan untuk memelihara kehormatan manusia dan kesempatan adil dalam perkembangan sepenuhnya, membantu generasi muda untuk menjadi warga negara dunia yang bertanggung jawab. Gagasan tersebut sangat penting dalam merealisasi “Prospek Tahun 2025” serta “Agenda Perkembangan Berkelanjutan PBB 2030”.

Laporan menunjukkan, karena kelesuan pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan serta prospek perkembangan ekonomi berbagai negara ASEAN kurang jelas, maka tingkat pengangguran pemuda ASEAN mencapai 6,4 kali lipat dari pada orangtua mereka pada usia yang sama. Oleh karena itu, bagi para pemuda, merintis usaha secara mendiri telah menjadi jalan lintas utama dalam menanggapi tingkat pengangguran yang tinggi dan memelihara vitalitas ekonomi di kawasannya. Laporan menunjukkan, untuk lebih baik mengekspresikan keadaan nyata dan mengevaluasi hari depan, indeks perkembangan pemuda ASEAN pada tahap selanjutnya akan dicantumkan dalam target baru, yaitu kesetaraan gender, perkembangan secara toleransi dan lain sebagainya, secara keseluruhan dan ilmiah mengekspresikan keadaan perkembangan pemuda ASEAN dan prospek perkembangannya, menyediakan contoh dan referensi kepada para pengambil kebijakan ASEAN dan berbagai pihak terkait lainnya.

Mengenai hal tersebut, Sekretaris Jenderal Departemen Pemuda dan Olahraga Indonesia merangkap Ketua Asosiasi Pejabat Senior Pemuda ASEAN Gatot Dewa Broto menyatakan, adalah sangat penting untuk mengintensifkan keterampilan rintis usaha dan kemampuan bisnis para pemuda ASEAN, menanggapi perubahan pesat pasar global dan menjamin sepenuhnya perkembangan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. Sebagai ketua bergilir Konferensi Pemuda ASEAN tahun 2017-2018, Indonesia akan meningkatkan alokasi dan pendidikan kelompok pengusaha muda. Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk urusan sosial dan budaya Vongthep berpendapat, pendidikan, khususnya pendidikan vokasional telah mengalami kemajuan besar di berbagai negara ASEAN, “kalau keadaan pengangguran kelompok pemuda yang pernah menerima pendidikan tinggi menghebat, maka akan mengakibatkan persoalan masyarakat yang serius. Oleh karena itu, saya menghimbau untuk mengintensifkan perkembangan toleransi ekonomi berbagai negara ASEAN, dengan secepatnya mengatasi rintangan perkembangan pemuda.”


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok