Hubungan Tiongkok dan Filipina Alami Perubahan Menyeluruh

2017-07-27 10:24:40 Kantor Berita Xinhua

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi hari Selasa (25/7) mengadakan kunjungan resmi ke Filipina. Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam pertemuannya dengan Wang Yi menyatakan, Filipina menaruh perhatian sepenuhnya terhadap Tiongkok baik status mau pun pengaruh internasional, Filipina berusaha untuk menjalin hubungan bilateral yang lebih erat dan kuat dengan Tiongkok.

Kedua menteri luar negeri dalam jumpa pers menjawab pertanyaan para wartawan mengenai "eksploitasi bersama Laut Tiongkok Selatan". Menteri Luar Negeri Filipina Alan Cayetano menyatakan harapannya atas prospek kerja sama di Laut Tiongkok Selatan, dia menyatakan yakin bahwa kedua pihak mempunyai kecerdasan untuk menemukan cara yang layak bagi eksploitasi bersama sumber alam, menyejahterakan rakyat kedua negara. Sementara itu, Wang Yi menegaskan bahwa "eksploitasi bersama" tidak mempengaruhi sistem undang-undang kedua negara, tetapi mencapai pembenahan dan pengaturan yang dapat diterima oleh kedua pihak melalui konsultasi bilateral. Menemukan konsep kerja sama telah menjadi kesepahaman antara kedua pihak. Serangkaian gejala menunjukkan, "hubungan Tiongkok dan Filipina mengalami perubahan menyeluruh", seperti apa yang dikatakan oleh Wang Yi.

Yang pertama, kedua negara sedang melintasi perintang kontroversi Laut Tiongkok Selatan. Pemerintah Duterte telah mengadakan pengaturan kebijakan dalam masalah Laut Tiongkok Selatan, mengubah sikap pemerintah yang lalu yang terus menantang garis dasar Tiongkok.

Mengenai masalah Laut Tiongkok Selatan, Presiden Duterte dalam pidato kenegaraannya menyatakan, kedua negara sedang menangani masalah terkait. Ternyata apa yang disebut kasus arbitrase Laut Tiongkok Selatan sudah dibatalkan, Tiongkok dan Filipina kembali ke rel tepat untuk menyelesaikan kontroversi melalui dialog dan konsultasi, Filipina tidak lagi menjadi pegangan negara-negara di luar kawasan untuk mencampuri masalah Laut Tiongkok Selatan.

Kedua, kedua negara sudah membuka lembaran saling menguntungkan dan menang bersama. Tiongkok menyediakan bantuan kepada Filipina untuk memukul kejahatan narkoba dan terorisme. Pembangunan infrastruktur merupakan penyangga utama dalam "ilmu ekonomi Duterte". Dalam pidato kenegaraan, Presiden Duterte secara khusus menyatakan terima kasih kepada Tiongkok yang telah menyediakan bantuan untuk pembangunan infrastruktur Filipina. Inisiatif "satu sabuk satu jalan" merupakan titik berat dan titik cerah dalam kerja sama kedua negara di masa selanjutnya. Tiongkok memandang Filipina sebagai mitra yang tak terkurangkan dalam pembangunan bersama "Jalan Sutra Maritim Abad Ke-21", mengharapkan kerja sama dapat menyediakan daya penggerak yang lebih kuat kepada pembangunan Filipina. Sementara itu, Filipina mendukung inisiatif "satu sabuk satu jalan" dan konsep interkoneksi yang dikemukakan oleh pihak Tiongkok, bersedia mendorong penyambungan rancangan perkembangan ASEAN dengan inisiatif "satu sabuk satu jalan" dengan memanfaatkan peluang Filipina menjadi ketua bergilir ASEAN, mendorong perkembangan mendalam hubungan antara ASEAN dengan Tiongkok.

Ketiga, pihak Filipina telah mengenal ketulusan dari pihak Tiongkok. Setelah hubungan kedua pihak mengalami perubahan keseluruhan, Filipina lebih mengenal ketulusan Tiongkok untuk mendukung kebijakan luar negeri Filipina yang bebas merdeka.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok