Anggaran Belanja Indonesia 2018 Tetapkan Berbagai Indikator Ekonomi

2017-06-14 12:25:25

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah Indonesia menyepakati asumsi makro sebagai dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018.

Dalam rapat yang digelar Selasa (13/6), pemerintah Indonesia dan Komisi XI DPR menyepakati asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 untuk indikator makro pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,4-6,1 %, lebih tinggi daripada target pertumbuhan ekonomi tahun 2017. Kesepakatan itu nantinya akan dibawa ke Badan Anggaran DPR untuk kembali didiskusikan. Untuk mewujudkan target tersebut, anggaran belanja tahun 2018 akan mencapai Rp 2.204 hingga 2349 triliun Rupiah. Meski begitu, defisit anggaran diperkirakan hanya akan berkisar 1,9-2,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Konsumsi rumah tangga dan investasi luar negeri akan menjadi kekuatan utama pertumbuhan ekonomi pada tahun depan. Menurut perkiraan Bank Sentral Indonesia sebelumnya angka pertumbuhan ekonomi tahun depan hanya di kisaran 5,1%-5,5%, lebih rendah daripada target terendah yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Ekonom Bank Pembangunan Asia berpendapat bahwa pertumbuhan yang ditetapkan pemerintah Indonesia bisa terwujud, tapi akan berada di kisaran yang lebih rendah antara angka 5,4%-6,1%.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok