Apakah Duterte Dapat Mengakhiri Pergolakan di Filipina Selatan?

2017-06-06 11:46:31

XINHUA: Pihak militer Filipina kemarin (5/6) menyatakan, kekuatan anti-pemerintah termasuk kelompok Maute dan Abu Sayyef sedang memanfaatkan sandera untuk menghambat aksi pihak militer, sehingga progres aksi penumpasan terhadap kelompok militan di Marawi, Filipina Selatan berjalan lambat. Perwakilan Palang Merah Internasional di Filipina menyatakan kecemasan terhadap kondisi penduduk setempat yang terjebak di tengah pertempuran.

Pertempuran antara tentara pemerintah dan kelompok Maute di Kota Marawi telah berlangsung selama lebih dari satu minggu, 36 pasukan keamanan, 19 warga sipil dan 120 militan tewas dalam pertempuran. Meski pihak militer Filipina menyatakan yakin dapat merebut kembali Kota Marawi dalam waktu beberapa hari mendatang, tapi dilihat dari perspektif jangka panjang, situasi keamanan di Filipina Selatan tetap ringkih. Kini yang menjadi fokus perhatian warga Filipina dan masyarakat internasional adalah apakah Presiden Filipina Rodrigo Duterte dapat secara tuntas menyelesaikan konflik di bagian selatan Filipina.

Dosen Senior Pusat Asia Universitas Filipina Ramos Rila berpendapat, kemiskinan merupakan penyebab paling mendasar yang menyebabkan pergolakan di Filipina selatan terus berlangsung.

Sementara itu, periset Think-tank Filipina berpendapat, konflik bersenjata dan serangan teroris di bagian selatan Filipinan terutama disebabkan oleh ketidak-adilan sosial dan marginalisasi politik umat Islam.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok