Megahnya Paviliun Indonesia Pada Fuzhou 19th Cross Straits Fair for Economy and Trade

2017-05-19 09:31:45 CRI

Kelincahan para penari Jaipong, diiringi dengan ritme musik tradisional penuh nuansa kegembiraan mengawali rangkaian acara pembukaan Paviliun Indonesia yang merupakan bagian dari penyelenggaraan Fuzhou 19th Cross Straits Fair for Economy and Trade di International Conference and Exhibition Centre, Fuzhou, Provinsi Fujian. Paviliun megah dengan arsitektur "Rumah Gadang" Sumatera Barat tersebut berdiri di atas lahan seluas 1.000 m2.

Partisipasi Indonesia pameran berskala internasional kali ini didukung penuh oleh pihak Tiongkok, melalui Pemerintah Kota Fuzhou dan China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) Komite Fuzhou. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1994, pameran ini telah menjadi wadah penting dalam mempromosikan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan negara-negara di kawasan, termasuk Indonesia. Untuk mengoptimalkan kesempatan dan dukungan tersebut, KBRI Beijing dan KJRI Guangzhou mengorganisir partisipasi para pelaku bisnis bonafit Indonesia.

"Penyelenggaraan pameran ini diyakini akan memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Tiongkok di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata. Dan tidak kalah penting, acara berlangsung di Provinsi Fujian yang didaulat sebagai pintu gerbang kerja sama Tiongkok dengan negara-negara lain di bawah skema Jalur Sutra Maritim Abad ke-21," demikian diungkapkan oleh Dubes RI untuk RRT, Bapak Soegeng Rahardjo pada pidato pembukaannya.

Beliau juga menambahkan bahwa Fujian sendiri memiliki kedekatan historis dan budaya dengan Indonesia mengingat banyaknya masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa berasal dari provinsi ini.

Dalam dua kesempatan terpisah di depan Paviliun Indonesia, Dubes Soegeng berbincang-bincang dengan Sekretaris PKT Komite Provinsi Fujian, You Quan; Sekretaris PKT Komite Kota Fuzhou; dan Gubernur Provinsi Fujian, Yu Weiguo, membahas upaya pengembangan kerja sama di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata antara Indonesia dan Tiongkok melalui Fujian.

Sebanyak 44 perusahaan dari berbagai skala yang bergerak di bidang industri minuman dan makanan, garmen, produk alat rumah tangga, dan agen perjalanan wisata dapat dijumpai pada Paviliun Indonesia.

Usai meresmikan pembukaan Paviliun Indonesia, Dubes Soegeng Rahardjo dijadwalkan akan membuka Indonesia-China Tourism Forum yang akan berlangsung sore harinya. Forum tersebut diharapkan akan lebih memperkuat jaringan antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan Tiongkok, serta menjadi wadah untuk lebih mempromosikan destinasi-destinasi wisata baru yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia kepada masyarakat Fuzhou.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok