KTT ASEAN Bahas Integrasi dan Kerja Sama Regional

2017-05-01 09:32:36

KTT ASEAN ke-30 kemarin (29/4) berakhir di Manila, Filipina setelah berlangsung selama 4 hari. Pertemuan puncak kali ini bertepatan peringatan 50 tahun berdirinya ASEAN. Para pemimpin 10 negara ASEAN secara bulat menyatakan bangga atas berbagai hasil yang dicapainya dalam 50 tahun terakhir. Mereka berjanji akan terus berupaya membangun ASEAN sebagai organisasi yang terbuka, damai, inklusif, stabil dan makmur.

Para pemimpin peserta KTT berpendapat perlunya mengintensifkan proses integrasi ASEAN. Berdasarkan Perjanjian ASEAN Banking Integration Framework atau ABIF yang ditandatangani pada 2015, Indonesia, Malaysia dan Thailand telah mencapai kesepakatan tentang penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian akhir demi meningkatkan perdagangan dan investasi. Selain itu, Pemerintah Indonesia dan Filipina sepakat membuka jalur pelayaran kapal 'roll-on roll-off' dari Davao/General Santos-Bitung, Sulawesi Utara. Upaya itu diharapkan akan mendorong perdagangan dan pariwisata kedua negara.

Di biang ekonomi, para pemimpin ASEAN sepakat terus meningkatkan perdagangan dan investasi, dan untuk itu setiap negara anggota diminta meningkatkan transparansi kebijakan non tarif, mengurangi kendala teknis di bidang perdagangan, meningkatkan mutu produk dan daya saingnya. Target pengurangan 10 persen ongkos perdagangan sebelum 2020 telah disepakati berbagai pihak peserta konferensi kali ini.

Para pemimpin ASEAN mengimbau peningkatan partisipasi lembaga publik maupun swasta, khususnya usaha kecil,mini dan menengah dalam perwujudan pertumbuhan inklusif dan inovatif. Untuk itu, kepala dari 10 negara anggota telah menandatangani Deklarasi Visi Masyarakat ASEAN 2025.

Sejak lama antara negara-negara ASEAN terjalin hubungan ekonomi dan perdagangan yang erat, namun di bidang keamanan, hubungannya relatif longgar. KTT ASEAN di Manila kali ini menekankan, mitra dialog ASEAN hendaknya melaksanakan kebijakan tidak intervensi terhadap negara-negara ASEAN, yakni setiap negara anggota ASEAN akan bebas dari intervensi kekuatan luar dalam perjalanannya mengusahakan kepentingan masing-masing negara.

Para pemimpin ASEAN juga melakukan pembahasan tentang masalah Semenanjung Korea. Pernyataan Ketua Bergilir menyatakan prihatin serius terhadap ketegangan situasi di Semenanjung Korea. Pernyataan menyatakan harapan agar Korea Utara segera menghentikan segala tindakan yang melanggar kewajiban internasional serta resolusi Dewan Keamanan PBB. Pernyataan mengimbau berbagai pihak Semenanjung Korea mengambil sikap menahan diri, tidak mengambil tindakan yang meningkatkan ketegangan situasi demi terpeliharanya perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok