Apa Sinyal Kunjungan Wapres AS Mike Pence ke Indonesia?

2017-04-25 11:12:28 CRI

Apa Sinyal Kunjungan Wapres AS Mike Pence ke Indonesia?

Wakil Presiden AS Michael Pence hari Minggu lalu(23/4) mengakhiri lawatannya di 4 negara Asia-Pasifik, ini merupakan kunjungan ketiga kali yang dilakukan pejabat tinggi pemerintah Trump dalam kurun waktu 3 bulan. Analis berpendapat, selain membahas masalah Semenanjung Korea, Wapres AS juga menegaskan kembali komitmen keamanannya terhadap negara sekutunya di Asia-Pasifik.

Lawatan Wapres AS di Asia-Pasifik itu dimulai dari Korea Selatan pada 16 bulan ini. Usai kunjungan di Korea Selatan dan Jepang, Pence melanjutkan kunjungannya ke Indonesia hari Rabu malam, ia merupakan pejabat tinggi pertama pemerintah Donald Trump yang berkunjung ke Asia Tenggara. Ini memperlihatkan perhatian AS terhadap Asia Tenggara.

Setelah pelantikan, Presiden AS Donald Trump mencurahkan tenaganya dalam pemberantasan terorisme di kawasan Timur Tengah dan penanganan masalah nuklir Semenanjung Korea, dan jarang membicarakan masalah terkait kawasan Asia Tenggara, sehingga negara-negara Asia Tenggara merasa diremehkan AS dan komitmen AS kepada kawasan itu pun diragukan oleh negara-negara ASEAN.

Menghadapi keraguan negara-negara ASEAN, dalam pidatonya di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Pence mengaskan kembali hubungan kemitraan strategis AS dengan negara-negara ASEAN. Dia menyatakan, pemerintah yang dipimpin Presiden Trump sudah mulai mengambil langkah untuk meningkatkan hubungan kemitraan dengan ASEAN sekaligus memperdalam persahabatan bilateral.

Pada kesempatan itu, Pence mengumumkan, Presiden Trump akan menghadiri KTT AS-ASEAN dan KTT Asia Timur yang dijadwalkan di Filipina pada November mendatang, serta Pertemuan Informal Pemimpin APEC di Vietnam. Diharapkannya bahwa rencana kunjungan tersebut bisa menyampaikan suatu sinyal bahwa AS akan dengan tegas menunaikan komitmennya terhadap kawasan ini.

Mengenai hal itu, Mantan Duta Besar AS untuk ASEAN Nina Hachigian mengatakan, kehadiran Trump dalam serentetan KTT tersebut mencerminkan komitmen "Kontak Kontinu" AS terhadap kawasan tersebut, dan ini akan melegakan negara-negara ASEAN. Sementara itu, dia berharap, pemerintah Trump yang menganut politik "Amerika Nomor 1" hendaknya menyadari keunggulan dan pentingnya multilateralisme dalam penyelesaian masalah internasional.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok