Bantuan Tiongkok kepada Penanggulangan Kemiskinan di Negara-negara ASEAN Tuai Pujian

2017-03-16 13:39:10

Upaya penanggulangan kemiskinan di Tiongkok tengah menunjukkan momentum terbaik yang belum pernah ada. Dalam jumpa pers sidang ke-5 KRN ke-12, Direktur Kantor Penanggulangan Kemiskinan Dewan Negara Tiongkok Liu Yongfu menjawab sejumlah pertanyaan mancanegara. Ini juga merupakan jumpa pers pertama mengenai penanggulangan kemiskinan dalam sidang KRN dan MPPR tahun ini. Liu Yongfu menyatakan, Tiongkok akan meningkatkan kerja sama penanggulangan kemiskinan internasional di atas dasar pekerjaan penanggulangan kemiskinan di dalam negeri, dan akan memperluas kerja sama penanggulangan kemiskinan dengan ASEAN. Para tokoh dan akademisi negara-negara ASEAN yang menyoroti sidang KRN dan MPPR Tiongkok dalam wawancara dengan wartawan CRI memberikan penilaian positif terhadap bantuan Tiongkok kepada upaya penanggulangan kemiskinan ASEAN.

Wartawan Kantor Berita Pathet Lao Laos Lamnguen Keovichit menyatakan kepada wartawan bahwa Partai Revolusioner Rakyat Laos dalam Sidang Kongres Nasional ke-10 tahun 2016 mengemukakan target pembangunan tahun 2020 untuk melepaskan dari jajaran negara-negara yang paling tidak maju dan mencantumkannya ke dalam Repelita ke-8 pembangunan ekonomi dan sosial Laos. Ia mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok dan Laos telah mengadakan serangkaian kerja sama yang efektif di bidang pembangunan pedesaan dan penanggulangan kemiskinan, dan telah mencapai hasil yang menggembirakan. Pihak Tiongkok telah memberikan sumbangan penting bagi pembangunan pedesaan dan penanggulangan kemiskinan Laos, beberapa di antaranya yaitu penataran tenaga ahli professional, pembagian pengalaman penanggulangan kemiskinan dan proyek bantuan penanggulangan kemiskinan.

Bank Dunia pada bulan Juli 2016 telah mengumumkan Kamboja secara resmi terlepas dari jajaran negara-negara yang paling tidak maju. Periset Kantor Riset Perdamaian dan Pembangunan Kamboja, sekaligus Penasehat Wakil Perdana Menteri Chap Sotharith dalam wawancara dengan wartawan CRI menunjukkan, laju pertumbuhan PDB Kamboja dalam beberapa tahun ini terus berada di level 7 persen dan setiap tahun tingkat kemiskinan rata-rata menurun satu poin dan kini menurun sampai 20 persen. Hasil tersebut tak terlepas dari bantuan sejumlah negara termasuk Tiongkok kepada penanggulangan kemiskinan di Kamboja. Ia mengatakan, Tiongkok telah menyediakan banyak bantuan percuma-cuma kepada pembangunan Kamboja termasuk kredit preferensial dan kredit bunga rendah. Tiongkok juga memberikan banyak kebijakan preferensial kepada Kamboja, misalnya mendukung dibukanya rute penerbangan langsung antara kota kedua negara dan mendorong warga Tiongkok berinvestasi dan berpariwisata ke Kamboja.

Pendidikan merupakan penanggulangan kemiskinan yang paling fundamental. Dalam sidang KRN dan sidang MPPR tahun ini, penanggulangan kemiskinan dengan mengandalkan pendidikan untuk pertama kali ditulis dalam laporan kinerja pemerintah. Hal ini pun mengundang tanggapan dari Ketua Asosiasi Persahabatan Myanmar-Tiongkok, U Sein Winn Aung. Ia dalam wawancara dengan wartawan CRI mengatakan, dalam beberapa tahun ini, Asosiasi Persahabatan Myanmar-Tiongkok terus mencurahkan tenaga untuk memajukan pendidikan di Myanmar dan juga aktif ikut serta dalam kerja sama pendidikan Tiongkok-Myanmar.

Ia berpendapat, kerja sama Myanmar-Tiongkok di bidang pendidikan kejuruan tidak saja dapat memberikan peluang kepada para siswa miskin yang berprestasi, juga akan menyediakan tenaga ahli yang dibutuhkan dalam pembangunan ekonomi dan sosial Myanmar.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok