Para Pakar dan Sarjana Negara-negara ASEAN Soroti Sidang KRN dan MPPR Tiongkok

2017-03-14 12:14:10

Sidang KRN dan sidang MPPR Tiongkok yang tengah diadakan mengundang perhatian luas para pakar dan akademisi negara-negara ASEAN.

Wakil Direktur Kantor Riset Strategi Diplomatik Institut Hubungan Luar Negeri Vietnam Tran Viet Thai berpendapat, sidang KRN dan sidang MPPR Tiongkok mengadakan diskusi berkisar pada topik hangat tahap perkembangan sosial dan ekonomi, di samping itu juga menyusun kebijakan yang sesuai demi menjamin perkembangan seluruh negeri secara sehat dan tertata dalam jangka panjang.

Kepala Pusat Riset Strategi dan Masalah Internasional Myanmar mengatakan, topik-topik sidang KRN dan sidang MPPR Tiongkok yang paling menarik perhatian ialah perkembangan ekonomi Tiongkok. Menyinggung inisiatif “Satu Sabuk Satu Jalan”, ia berpendapat, prakarsa itu merupakan sebuah platform untuk menikmati keuntungan bersama. Myanmar aktif mendukung inisiatif itu dan berharap dapat mengadakan kerja sama yang lebih luas, lebih mendalam dan lebih menyeluruh dengan Tiongkok.

Mantan Ketua Urusan Publik Sekretariat ASEAN yang juga tokoh media senior Singapura, Danny Lee Chian Siong mengatakan, inisiatif “Satu Sabuk Satu Jalan” tidak saja merupakan strategi penting di kawasan, lebih-lebih merupakan strategi penting dalam pembangunan global, dan ruang kerja sama berbagai negara dalam kerangka “Satu Sabuk Satu Jalan” sangatlah luas.

Menyinggung peranan kepemimpinan inovasi Tiongkok beserta hasil yang dicapai, Periset CSIS Indonesia Christine Susanna Tjhin menyatakan, ekonomi tipe inovatif Tiongkok telah membawa keuntungan nyata kepada Indonesia. Produk perusahaan tipe inovatif Tiongkok seperti Huawei, OPPO, VIVO dan Xiao Mi sangat disenangi konsumen Indonesia. Produk buatan Tiongkok yang bermutu tengah mendapatkan sambutan hangat di dunia.

Menyinggung Draf Peraturan Umum UU Sipil Republik Rakyat Tiongkok yang tengah dibahas dalam sidang ke-5 KRN ke-12, pengamat politik Indonesia sekaligus Ketua Yayasan Nanyang ASEAN Bambang Suryono menyatakan, pembahasan draf peraturan umum UU Sipil itu merupakan langkah penting dalam sistem hukum Tiongkok yang maju seiring perkembangan zaman. Tiongkok berupaya menurunkan biaya operasional perusahaan, meningkatkan efisiensi dan membentuk sebuah fondasi hukum yang adil bagi sektor industri dan komersial Tiongkok. Hal ini sangat signifikan bagi pembangunan berkelanjutan Tiongkok.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok