Dubes RI untuk Tiongkok Optimis Terhadap Ekonomi Tiongkok

2017-02-27 13:43:47 CRI

Dubes RI untuk Tiongkok Optimis Terhadap Ekonomi Tiongkok

Sidang tahunan KRN dan MPPR Tiongkok sudah di depan mata, masyarakat internasional sangat memperhatikan sidang tersebut. Seiring dengan semakin besarnya pengaruh Tiongkok di dunia internasional, kontak Tiongkok dengan berbagai negara juga semakin erat. Terkait berbagai topik yang diperhatikan masyarakat internasional, Duta Besar RI untuk Tiongkok, Soegeng Rahardjo belum lama ini menerima wawancara dari Kantor Berita Xinhua Tiongkok.

Berbicara mengenai ekonomi Tiongkok di masa depan, Soegeng mengatakan, dirinya dan beberapa pakar optimis bahwa ekonomi Tiongkok akan berkembang dengan menempuh rel yang tepat. Meskipun ekonomi global menghadapi banyak masalah, tapi pemerintah Tiongkok terus menjaga ekonomi akan berkembang secara stabil. Sebaliknya, banyak negara maju masih bergumul menghadapi krisis ekonomi. Kalau Tiongkok memelihara laju pertumbuhan PDB pada angka 6 hingga 7 persen setiap tahun dalam lima tahun ke depan, tak sulit diprediksi bahwa Tiongkok akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar di seluruh dunia pada tahun 2020.

Menurut Soegeng, masalah utama yang dihadapi ekonomi global adalah hanya sedikit negara memelihara pertumbuhan ekonominya, serta terdapat ketidak-seimbangan struktural. Masalah-masalah ini mengakibatkan ketegangan situasi di beberapa kawasan. Sementara pekerjaan penanggulangan kemiskinan semakin susah, dan menghalangi terwujudnya proses agenda pembangunan berkelanjutan 2030. Indonesia berharap Tiongkok terus mendorong perdagangan yang bebas dan adil, serta meningkatkan investasi di luar negeri. Kedua aspek tersebut akan memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Berbicara mengenai topik munculnya arus anti globalisasi pada masa kini, Soegeng mengatakan, telah memperhatikan sentimen sebagian negara yang anti globalisasi, ini akan mendatangkan unsur ketidakpastian terhadap ekonomi global di masa depan. Yang lebih mengkhawatirkan adalah tren ini terjadi di negara-negara barat yang selalu mempromosikan ekonomi yang bebas dan terbuka. Kalau sentimen ini dimasukkan dalam penyusunan kebijakan pemerintah, maka akan mendesak rekonstruksi ekonomi global, memicu fluktuasi di bidang finansial, serta mengakibatkan penurunan investasi perdagangan global. Keadaan ini pasti didampingi peningkatan pengangguran dan kesenjangan pembangunan, sementara itu, perubahan iklim akan memburuk keadaan ini.

Soegeng mengatakan pula, setelah memasuki abad ke-21, semua negara harus menyadari bahwa globalisasi tak dapat dihindari, karena globalisasi membuka pintu bagi perdagangan dan investasi yang bebas.

Berbicara mengenai peranan Tiongkok dalam tata kelola global, Soegeng mengatakan, Tiongkok harus memainkan peranan penting dalam proses tata kelola global. Soegeng berpendapat bahwa Tiongkok harus mengintensifkan kontak regional dan global, terutama mengintensifkan hubungan dengan negara-negara di sepanjang Satu Sabuk Satu Jalan. Dengan demikian, Tiongkok dapat memainkan peranan kunci dalam mendorong perdagangan dan investasi di kawasan maupun seluruh dunia. Dalam hal ini, RCEP juga dapat berperan dalam pendorongan perdagangan bebas di regional. Di bawah upaya bersama, Tiongkok memainkan peranan yang sangat penting, negara lain juga harus memainkan peranannya masing-masing.

Berbicara mengenai hasil prakarsa Satu Sabuk Satu Jalan, Soegeng mengatakan, Indonesia sedang memperoleh manfaat dari insiatif Satu Sabuk Satu Jalan, salah satunya Kereta Cepat Jakarta-Bandung sedang dibangun. Prakarsa ini menfokuskan proyek interkoneksi, dan menciptakan banyak kesempatan bagi pembangunan infrastruktur, sementara juga menciptakan banyak kerja sama di berbagai bidang. Sekarang, beberapa negara sedang mengalami penurunan ekonomi, namun Satu Sabuk Satu Jalan dapat merangsang pemulihan ekonomi negara-negara tersebut.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok