Malaysia dan Korut Saling Tuduh

2017-02-21 11:14:41

Kementerian Luar Negeri Malaysia kemarin (20/2) memanggil Duta Besar Korea Utara (Korut) untuk Malaysia dan menyebut bahwa tuduhan Korut terhadap penyelidikan Malaysia terkait pembunuhan Kim Jong Nam sama sekali tidak beralasan. Sementara itu, Duta Besar Korut untuk Malaysia, Kang Chol menyatakan, pihaknya tidak percaya pada penyelidikan yang dilakukan Malaysia.

Pada 13 Februari lalu, seorang lelaki warga negara Korut tewas di Terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur. Duta Besar Korut Kang Chol secara terbuka menyatakan bahwa Malaysia sengaja “menutupi sesuatu” dalam penyelidikan dan gagal menyerahkan jenazah lelaki itu kepada Korut tepat pada waktunya.

Wakil Sekjen Kementerian Luar Negeri Malaysia untuk urusan bilateral, Nushirwan kemarin memanggil Duta Besar Korut untuk Malaysia atas tuduhan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam sebuah pernyataannya mengatakan, tuduhan Korut sama sekali tidak beralasan. Lelaki Korut tersebut tewas di wilayah Malaysia secara misterius dan adalah kewajiban bagi pemerintah Malaysia untuk menyelidiki penyebab kematiannya.

Pernyataan Malaysia menekankan, penyelidikan yang dilakukan Malaysia sesuai dengan hukum lokal dan penyelidikan selalu dilakukan secara transparan.

Pernyataan mengatakan, Malaysia sudah memanggil kembali Duta Besarnya untuk Korut. Pernyataan tidak mengungkapkan perincian lainnya.

Duta Besar Korut Kang Chol setelah pertemuannya dengan Nushirwan menyatakan, 7 hari sudah berlalu sejak terjadinya peristiwa tersebut, namun penyebab tewasnya korban masih belum diungkapkan sehingga pihaknya semakin curiga adanya dalang di balik penyelidikan Malaysia. Korut tidak akan percaya pada hasil penyelidikan Malaysia.

Kang Chol mengatakan, Kedutaan Besar Korea Utara telah mengidentifikasi bahwa korban tewas adalah Kim Chol, warga negara Korea Utara setelah mengecek informasi paspornya, namun pihak kepolisian Malaysia tetap tidak menyerahkan jenazahnya, malah meminta sampel DNA keluarganya untuk melakukan verifikasi. Ini menunjukkan adanya intrik politik di balik peristiwa ini.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Zahid Hamidi pada hari Kamis lalu (16/2) menyatakan, korban tewas tersebut adalah abang tiri pemimpin negara Korut, Kim Jong Un, yakni Kim Jong Nam. Menanggapi hal itu, Dubes Korut Kang Chol membantah bahwa kesimpulan Malaysia itu tidak beralasan dan pihaknya telah menyerahkan dokumen resmi pada hari Sabtu lalu (18/2). Ia mengatakan pihaknya tidak tahu korban tewas masih menggunakan nama lain kecuali Kim Chol yang dicetak di paspornya. Kang Chol menyatakan, perkataan Wakil Perdana Menteri Malaysia tersebut menunjukkan bahwa Malaysia berhubungan erat dengan dalang Korea Selatan.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok