Sekjen Komite Sentral Partai Komunis Vietnam Berkunjung ke Tiongkok

2017-01-12 10:39:04 CRI

Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong akan mengadakan kunjungan resmi di Tiongkok mulai dari tanggal 12 hingga tanggal 15 bulan ini atas undangan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, Presiden Xi Jinping. Kunjungan Nguyen Phu Trong ke Tiongkok bertepatan dengan genap 67 tahun penggalangan hubungan diplomatik antara kedua negara, sekaligus menjelang tahun baru Imlek yang merupakan hari raya tradisional kedua negara. Pemimpin partai dan negara Tiongkok akan mengadakan pertemuan dengan Nguyen Phu Trong, bertukar pendapat mengenai hubungan bilateral dan masalah yang mengundang perhatian kedua pihak.

Nguyen Phu Trong adalah pemimpin tertinggi luar negeri pertama yang berkunjung ke Tiongkok pada tahun ini, sedangkan Tiongkok adalah negara pertama yang dikunjungi oleh pemimpin lapisan tinggi Vietnam pada tahun ini, kunjungan Nguyen Phu Trong ke Tiongkok juga merupakan kunjungan pertama sejak ia terpilih lagi sebagai sekretaris jenderal pada Kongres ke-12 Partai Komunis Vietnam. Hal itu membuktikan bahwa kedua partai dan negara menaruh perhatian sepenuhnya terhadap kemitraan kerja sama strategis keseluruhan antara kedua negara.

Persahabatan dan pertukaran antara rakyat Tiongkok dan Vietnam bersejarah lama, kedua negara mempunyai kepentingan bersama, kerja sama yang bersahabat selalu dianggap sebagai arus utama. Kedua negara mempertahankan pimpinan partai komunis dan sistem sosialis yang merupakan kepentingan strategis bersama yang terbesar.

Di bawah upaya bersama, hubungan antara kedua negara berkembang selama tahun-tahun terakhir ini, persahabatan tradisional semakin kuat, kerja sama di berbagai bidang mencapai hasil yang positif.

Tahun 2017 adalah tahun yang penting bagi Repelita ke-13 Tiongkok. Sedangkan Vietnam akan menyelenggarakan konferensi informal pemimpin APEC pada tahun ini. Kini, situasi internasional dan regional mengalami perubahan, kedua partai dan negara masing-masing menghadapi peluang dan tantangan yang baru. Kenyataan membuktikan, Tiongkok dan Vietnam bukan saja merupakan tetangga yang bersahabat, tetapi juga merupakan komunitas senasib yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama, kedua negara perlu saling membantu dan maju bersama.

Di bawah situasi yang baru, kedua negara perlu mengutamakan pembangunan, berkonsultasi secara bersahabat, mencari titik persamaan dan mengesampingkan perselisihan, dalam rangka mendorong kerja sama yang saling menguntungkan, membawa kepentingan yang sungguh-sungguh kepada rakyat kedua negara, mendorong perdamaian, kestabilan dan kemakmuran di kawasannya. Hal itu tidak saja merupakan dasar bagi perkembangan hubungan antara kedua negara, tetapi juga titik tolak bagi kedua pihak untuk menangani masalah terkait hubungan bilateral.

Di bawah situasi yang baru, kedua partai dan negara perlu memanfaatkan hubungan ekonomi antara satu sama lain, saling mengisi untuk menanggapi peluang dan tantangan dari globalisasi ekonomi dan integrasi ekonomi kawasan, merealisasi persambungan strategi pembangunan kedua negara dengan berdasarkan "satu sabuk satu jalan" dan "dua koridor satu lingkaran", ini merupakan daya penggerak yang kuat bagi kemitraan kerja sama strategis keseluruhan berkembang ke tahap yang lebih tinggi.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok