Tren Bersekolah di Asia Tenggara Semakin Populer di Tiongkok

2017-01-09 11:19:14

Terdorong tren melanjutkan studi ke luar negeri, kini semakin banyak orang Tiongkok yang bermimpi bisa sekolah di luar negeri. Ternyata Eropa, Amerika Serikat dan Australia telah menjadi destinasi utama bagi mereka. Akan tetapi, dalam tahun-tahun terakhir ini, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara juga telah menarik minat para siswa Tiongkok dan data menunjukkan bahwa jumlah siswa Tiongkok yang melanjutkan sekolah di sana semakin bertambah.

Su Hang adalah salah seorang di antaranya. Su Hang saat ini adalah mahasiswi jurusan finansial tingkat Strata I di Universitas Utara Malaysia (UUM). Ia mengatakan, saat dia baru saja diterima UUM pada tahun 2013, rekannya dari Tiongkok hanya 50-an orang, namun sekarang jumlahnya telah mencapai 400 orang lebih, pertumbuhannya sangat pesat.

Yuan Meng (nama samaran) melanjutkan pendidikan Strata II setelah pendidikan Strata I di Universitas Ahmad Dahlan(UAD) Indonesia. Menurut penjelasan mahasiswi ini, dalam dua tahun terakhir, di UAD terdapat 200-an mahasiswa Tiongkok dan jumlahnya terus meningkat.

Mengenai alasannya untuk melanjutkan sekolah di Malaysia, Su Hang dari UUM menjelaskan salah satu unsur yang menarik dirinya adalah biaya sekolah yang rendah. Biaya pendidikan bagi Su Hang setiap tahun kira-kira 15.000 yuan dan ongkos hidupnya sebesr 35.000 yuan, ternyata cukup rendah jika dibandingkan ongkos sekolah di Inggris atau Amerika Serikat. Menurut Su Hang, bersekolah di Malaysia banyak manfaat, selain biaya sekolah dan hidup yang rendah, ia telah dikaruniai kesempatan untuk mencoba pola pendidikan yang sangat berbeda.

Yuan Meng yang belajar di UAD mengatakan, ongkos sekolah di Indonesia juga lumayan. Misalnya biaya pendidikan untuk Strata I di UAD adalah 8.000 yuan, kalau pendidikan tingkat Strata II adalah 6.500 yuan, yang termasuk cukup rendah di dunia. Selain ongkos pendidikan, Yuan Meng diwajibkan menyetor biaya domisili sementara sebesar 1.800 yuan dan dana akomodasi sebesar 2.100 yuan. Adapun ongkos hidup berbeda-beda menurut level konsumsi setiap individu. Biasanya 800 yuan per bulan sudah cukup memadai untuk belajar di Indonesia.

Alasan lain yang menarik mahasiswa Tiongkok melanjutkan sekolah ke Asia Tenggara adalah pemberian kuliah dalam bahasa Inggris.

Yuan Meng menyatakan, pola pemberian kuliah yang hampir sama dengan Inggris dan AS adalah sebab utama yang mendorong dia belajar ke Indonesia. Ia mengatakan, kuliah tingkat Strata II semuanya diajarkan dalam bahasa Inggris dengan setiap kelas hanya berjumlah beberapa siswa. Di ruang kelas para siswa dianjurkan melakukan diskusi mengenai sejumlah topik yang dipilih. Gurunya pun pandai mengembangkan individualitas setiap siswa. Yuan Meng mengakui sudah beberapa tahun lamanya belajar di Indonesia dan merasa puas atas keputusannya untuk melanjutkan studi ke Indonesia.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok