“Ubah” dan “Baru” Asia Tenggara 2016

2016-12-29 11:07:24

Pada tahun 2016 merupakan tahun pertama Komunitas ASEAN, Asia Tenggara telah mengalami banyak perubahan, sementara “titik baru” juga bertambah banyak.

Pada tahu 2016, sebagian perubahan berasal dari intern. Koalisi Demokrasi Nasional Myanmar secara resmi berkuasa, “Kongres Nasional ke-10” Partai Revolusioner Rakyat Laos dan “Kongres Nasional ke-12” Partai Komunis Vietnam menyelesaikan susunan pimpinan, Presiden Filipina Rodrigo Duterte terpilih sebagai presiden, Kamboja, Malaysia dan Indonesia berturut-turut mendorong perombakan susunan kabinet, raja baru Thailand mewarisi Kerajaan, referendum atas UUD yang baru diluluskan..

Pada tahun 2016, sebagian perubahan berasal dari ekstern. Hasil pilpres AS telah memicu keraguan negara-negara Asia Tenggara terhadap prospek kebijakan “keseimbangan kembali Asia-Pasifik”. Presiden terpilih AS Donald Trump mengumumkan akan mengesampingkan “Persetujuan Kemitraan Pasifik” atau TPP setelah ia naik panggung. Kebijakan Trump mengenai Asia-Pasifik yang kurang jelas mengakibatkan negara-negara Asia Tenggara yang sudah terbiasa atas “diplomasi keseimbangan negara besar” sangat keberatan.

Walau “perubahan” dari dalam dan luar telah bertambah banyak, namun pada tahun 2016 kawasan Asia Tenggara tidak mengalami “kekacauan”, sebaliknya, kerja sama dan perkembangan tetap merupakan melodi utama.

Menurut peramalan berbagai negara ASEAN, pada tahun 2016, selain Singapura yang mengalami kelesuan pertumbuhan ekonomi, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2% hingga 5,6%, Malaysia mencapai 4% hingga 5%, Filipina 7%, Thailand 3,5% sampai 4% dan Vietnam tercatat 6,7%. Pada dasawarsa mendatang, volume total ekonomi ASEAN berkemungkinan melampaui laju pertumbuhan 7%, sehingga menjadi daya penggerak komunitas ekonomi besar ke-4 di dunia.

Proses pengintegrasian ASEAN maju terus. Dalam KTT ASEAN pada tahun 2016, para pemimpin negara ASEAN menghidupkan dan melaksanakan “Prospek Komunitas ASEAN 2015”, mulai membentuk distribusi hubungan terhadap dunia luar dan kerja sama yang lebih terbuka.

Meninjau tahun 2017, baik aspek politik mau pun diplomasi akan menjadi “tahun besar” bagi Asia Tenggara. Thailand berencana mengadakan pemilihan umum pertama setelah kudeta militer yang terjadi pada tahun 2014, Kamboja dan Malaysia akan memasuki tahun panas politik menjelang “tahun pemilu”. Bagi Filipina, Myanmar, Vietnam dan Laos yang telah menyelesaikan pemilu atau perubahan susunan lapisan tinggi, tahun depan dianggap sebagai masa panen awal pemerintah baru di bidang-bidang kebijakan, program dan strategi.

Ditinjau dari dampak eksternal, setelah naik panggung, Donald Trump mungkin mempromosi kebijakan Asia versi baru. Pada tahun 2017, KTT ASEAN dan Asia Timur yang akan diselenggarakan di Filipina akan mengundang perhatian umum.

Tahun 2017 adalah genap 50 tahun berdirinya ASEAN. Dalam masa panjang, pihak Tiongkok berupaya untuk perkembangan hubungan yang sehat dan stabil dengan ASEAN. Situasi baru kerja sama regional yang dirintis bersama oleh Tiongkok dan ASEAN sedang membentuk distribusi yang baru dan menginjeksi daya hidup yang baru bagi ASEAN yang sudah menempuh jalan selama setengah abad.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok