Presiden Filipina Berniat Eksploitasi Laut Tiongkok Selatan Bersama dengan Tiongkok

2016-12-22 12:08:00

Menurut beberapa media Filipina, Presiden Filipina Rodrigo Duterte Senin malam (19/12) menyatakan, ia bersedia mengeksploitasi minyak bersama dengan Tiongkok di perairan laut yang dipersengketakan. Ia menegakan kembali, ia tidak menginginkan terjadinya bentrokan dengan Tiongkok pada masalah persengketaan wilayah di Laut Tiongkok Selatan.

Duterte menyatakan pula, itu adalah pilihan yang tak layak untuk mengirim AL Filipina merebut kembali Pulau Huangyan. Ia mengatakan, ia tetapkan mendorong vonis arbitrase Laut Tiongkok Selatan dalam masa baktinya, tapi bukan sekarang. Ia sekarang ingin pengesampingkan arbitrasi itu dan tak memaksakan apapun kepada Tiongkok.

Media Filipina berpendapat, berbagai indikator belakangan ini menunjukkan bahwa Filipina tengah mendekati Tiongkok. Situs web ABS-CBN Filipina berpendapat, Duterte setelah naik panggung pada bulan Juni lalu mengambil sikap yang sama sekali berbeda dengan Mantan Presiden Aquino III terhadap Tiongkok sehingga hubungan Filipina-Tiongkok mengalami perbaikan. Dilaporkan, pihak resmi Tiongkok sebelumnya juga berulang kali mengemukakan mengesampingkan persengketaan dan mengeksploitasi bersama Laut Tiongkok Selatan dengan negara-negara lain demi menciptakan syarat bagi penyelesaian final persengketaan.

Menurut Reuter, Menteri Pertahanan Filipina hari Selasa menyatakan, Tiongkok menyatakan akan menyediakan secara gratis senjata ringan dan perahu motor cepat senilai 14 juta dolar Amerika untuk membantu Filipina menghantam kejahatan narkoba dan terorisme.

Sarjana masalah maritim Tiongkok Liu Feng dalam wawancara wartawan menyatakan, eksploitasi bersama sumber daya migas di kawasan yang dipersengketakan di Laut Tiongkok Selatan oleh Tiongkok dan Filipina tak saja menguntungkan penambahan saling percaya kedua pihak dan juga sesuai dengan pendirian konsekwen Tiongkok pada masalah LTS. Perairan Laut Pulau Huangyan ternyata bukan kawasan yang layak dan kalau ada syarat , dapat dipertimbangkan kembali pekerjaan lanjutan di kawasan kerja sama tiga pihak Tiongkok, Filipina dan Vietnam yang terkandas pada tahun 2008. mengenai proyek pembangunan infrastruktur di dalam negeri Filipina, kerja sama Tiongkok-Filipina sangat berpotensi dan sepenuhnya dapar direalisasi situasi saling menguntungkan.

Mengenai pensuplaian senjata ringan Tiongkok kepada Filipina, Liu Feng menyatakan, ini menunjukkan perhatian besar dan kejujuran pihak Tiongkok untuk memperdalam kerja sama Tiongkok-Filipina di berbagai bidang dan ini menguntungkan penambahan saling percaya strategis Tiongkok-Filipina.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok