Myanmar Dorong Pelaporan Korupsi

2016-11-04 12:09:54

Untuk meningkatkan intensitas pemberantasan korupsi, pemerintah Myanmar hari Rabu (2/11) meluncurkan berbagai langkah untuk mendorong para warga melapor pejabat korupsi.

Kantor Penasihat Senior Negara Myanmar hari Rabu mengumumkan akan menerima para warga yang melapor korupsi, pihaknya tidak akan mengungkapkan isi pelaporan, guna menjamin keselamatan pelapor. Kantor tersebut menyatakan, semua warga berhak untuk mengajukan tuduhan terkait dengan melalui surat tercatat atau E-mail. Kasus yang berkaitan dengan pejabat aparat pemerintah dan mengakibatkan dampak serius akan ditangani terlebih dahulu. Akan tetapi, kantor tersebut mendesak para warga jangan melapor kasus yang sudah didakwa di pengadilan dan memasuki tahap pengadilan atau terdakwa sudah dijatuhi hukuman.

Komentator Myanmar menyatakan, korupsi sudah lama merajalela di dalam pemerintahan Myanmar. Dalam masa kekuasaan Junta selama puluhan tahun, korupsi sangat populer dari pejabat tinggi hingga pegawai negeri, sehingga perbuatan korupsi tidak ada yang menganggapnya salah. Komentator menyatakan, para anggota dan anak-anak keluarga pejabat senior menguasai sejumlah besar kekayaan, sedangkan pendapatan legalnya tidak mungkin menjadikannya sebagai orang kaya. Di antara pejabat tingkat menengah, korupsi terutama tercermin dalam mengusahakan pendapatan ilegal dengan memanfaatkan kekurangan undang-undang. Di antara pegawai negeri, korupsi yang merajalela disebabkan kerendahan gaji yang tak mampu menghidupkan keluarga.

Pada awal bulan Agustus, melalui diskusi Majelis Rendah Myanmar, rancangan resolusi yang mendukung pemukulan terhadap korupsi diluluskan.

Setelah berkuasa, pemerintah baru mulai memberantas gejala korupsi, termasuk melarang anggota kabinet dan pejabat aparat pemerintah untuk menerima suap. Menurut petunjuk kepresidenan yang diluncurkan pada tanggal 1 April, pegawai negeri tidak diizinkan untuk menerima tanda mata senilai US$ 19, nilai total barang sumbangan yang diterima setiap tahun tidak boleh lebih dari US$ 76.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok