Jepang Janjikan Bantuan 800 Miliar Yen kepada Myanmar

2016-11-03 10:04:36 CRI

Menteri Senior merangkap Menteri Luar Negeri Myanmar Aung San Suu Kyi kemarin malam (2/11) mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe i Tokyo. Kedua pihak mencapai kesepakatan mengenai peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan. Shinzo dalam pembicaraan berkomitmen akan menyediakan bantuan ekonomi sebesar 800 miliar yen Jepang. Para analis berpendapat bahwa Jepang akan berusaha memperluas pengaruh politiknya di Myanmar melalui pemberian bantuan ekonomi.

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi tiba di Tokyo Selasa lalu (1/11) untuk memulai kunjungan 5 hari di Jepang. Ini adalah kunjungan pertama kali Aung San Suu Kyi ke Jepang sejak pelantikan pemerintah baru Myanmar pada Maret lalu.

Shinzo Abe menyatakan, sebagai sahabat Myanmar, Jepang akan menyediakan dukungan menyeluruh kepada pemerintah baru Myanmar baik di bidang publik maupun swasta. Jepang berharap kunjungan Aung San Suu Kyi kali ini dapat secara besar-besaran meningkatkan hubungan kedua negara. Aung San Suu Kyi menyatakan, ekonomi Myanmar saat ini masih sangat tertinggal dan membutuhkan investasi dan ahli ekonomi dalam jumlah besar. Ia mengatakan, Myanmar akan terus memandang Jepang sebagai mitra yang dapat dipercaya.

Media Jepang menunjukkan, Aung San Suu Kyi menganjurkan terwujudnya perdamaian menyeluruh antara kekuatan etnis minoritas dengan tentara nasional. Sementara itu, pemerintah baru Myanmar telah menjadikan perkembangan ekonomi sebagai salah satu tugas utamanya. Bagi Myanmar, bantuan dan investasi dari Jepang adalah unsur esensial untuk mewujudkan target tersebut.

Dalam pembicaraan dengan Aung San Suu Kyi, Shinzo Abe berjanji bahwa pemerintah dan perusahaan swasta Jepang akan menyediakan bantuan sebesar 800 miliar yen dalam waktu lima tahun mendatang. Dana bantuan itu akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur di pedesaan, penempatan tenaga kerja, pembangkitan industri dan lain sebagainya. Di antaranya 40 miliar yen akan khusus digunakan untuk membantu penduduk etnis minoritas. Kedua pihak sepakat pula tentang proyek pelatihan tenaga ahli sebanyak 1.000 orang setiap tahun.

Sebelum bertemu dengan Shinzo Abe, Aung San Suu Kyi menghadiri rapat masyarakat Myanmar di Jepang. Aung San Suu Kyi dalam pidatonya mengatakan, reformasi sistem negara membutuhkan waktu. Ia berharap masyarakat Myanmar di Jepang berupaya bersama dengan pemerintah agar Myanmar dapat menjadi negara yang dihormati di masyarakat internasional.

Ahli masalah internasional Tiongkok berpendapat bahwa topik utama dalam kunjungan Aung San Suu Kyi ke Jepang kali ini adalah kerja sama ekonomi. Saat ini Jepang mengalami kesulitan ekonomi. Komitmen Jepang untuk menyediakan bantuan sebesar 800 miliar yen berarti pemerintah Jepang bertekad untuk memulihkan daya pengaruhnya di Myanmar.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok