PM Kamboja: Kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Kamboja Tingkatkan Kerja Sama Strategis Menyeluruh Kamboja-Tiongkok ke Level yang Lebih Tinggi

2016-10-13 12:30:47

Menjelang kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Kamboja, PM Kamboja Hun Sen menerima wawancara tertulis bersama media Tiongkok di Phnom Penh, ibukota Kamboja. Hun Sen menyatakan bahwa kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Kamboja akan mempererat dan memperkukuh persahabatan tradisional Kamboja-Tiongkok, dan meningkatkan hubungan kemitraan kerja sama strategis menyeluruh kedua negara ke level yang lebih tinggi.

Hun Sen mengatakan, persahabatan tradisional Kamboja-Tiongkok dibangun dan dipelihara oleh almarhum Raja Norodom Sihanouk dan pemimpin-pemimpin Tiongkok generasi silam, yaitu Presiden Mao Zedong dan PM Zhou Enlai, hubungan kerja sama persahabatan kedua negara dibentuk berdasarkan Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai, dan dibangun di atas dasar saling menguntungkan. Selama 25 tahun ini, hubungan persahabatan Kamboja dan Tiongkok mencapai perkembangan yang menonjol, dan kerja sama di berbagai bidang terus diperdalam. Pada tahun 2010, Kamboja dan Tiongkok membentuk hubungan kemitraan kerja sama strategis menyeluruh, dan Komisi Koordinasi Antar Pemerintah Kamboja dan Tiongkok dibentuk pada tahun 2014, dan telah secara sukses mengadakan tiga kali pertemuan koordinasi, serta mencapai hasil yang penting. Kini, kedua pihak sedang dengan aktif mempersiapkan pertemuan keempat di Kamboja yang dijadwalkan pada akhir tahun 2016 atau awal tahun 2017.

Hun Sen mengatakan, bahwa beberapa tahun ini, pertukaran dan frekuensi kunjungan timbal balik antar pemimpin-pemimpin kedua negara cukup tinggi, ini telah memperlihatkan hubungan kerja sama yang erat dan baik antara kedua negara. Kedua pihak akan terus memelihara momentum hubungan persahabatan kedua negara, serta meningkatkan dan memperkukuh kerja sama multilateral dalam kerangka mekanisme PBB, ASEAN, Konferensi Asia-Eropa dan Sungai Lancang-Mekong. Kini, Kamboja dan Tiongkok sama-sama menghadapi berbagai tantangan internasional maupun regional, termasuk perkembangan ekonomi, keamanan kawasan, terorisme dan perubahan iklim. Kamboja dan Tiongkok hendaknya meningkatkan kerja sama, menyelesaikan masalah yang menjadi perhatian bersama, dan pada akhirnya mewujudkan hubungan saling menguntungkan, guna memberi sumbangan dalam pemeliharaan perdamaian, kestabilan dan kemakmuran kawasan maupun dunia.

Inisiatif “Satu Sabuk Satu Jalan” kini memasuki tahun ke 3 . Selama tiga tahun ini, Tiongkok dan Kamboja mencapai banyak hasil di bidang konektivitas strategi perkembangan kedua negara. Hun Sen menyatakan, insiatif ini bertujuan untuk meningkatkan interkoneksi antar negara, mendorong pembangunan infrastruktur negara, memperdalam pengintegrasian perdagangan dan finansial, mendorong kemakmuran bersama antar berbagai budaya yang berbeda, karena itu Kamboja akan memberi dukungan sepenuhnya. Dia mengatakan, Tiongkok tidak hanya mengajukan inisiatif “Satu Sabuk Satu Jalan”, dan memberi dana untuk membentuk “Yayasan Jalan Sutra”, juga memimpin pembentukan AIIB, Kamboja yakin bahwa tindakan-tindakan tersebut juga dapat menguntungkan pembangunan ekonomi dan perkembangan sosial Kamboja.

Hun Sen mengatakan, selama kunjungan Presiden Xi Jinping ke Kamboja, kedua negara akan menandatangani serangkaian dokumen kerja sama bilateral, lebih lanjut memperdalam kerja sama kedua negara di berbagai bidang, meningkatkan dan mengembangkan lebih lanjut hubungan kemitraan kerja sama strategis menyeluruh Kamboja-Tiongkok, guna menyejahterakan rakyat kedua negara.

Hun Sen menyatakan, Tiongkok sedang memasuki suatu tahap perkembangan yang harmonis, maju dan makmur. Tiongkok berbagi pengalaman perkembangan kepada berbagai negara, dan memberi sumbangan penting dalam pemeliharaan perdamaian dan kestabilan kawasan dan dunia. Kunjungan Presiden Xi Jinping ke Tiongkok akan memperkukuh lebih lanjut persahabatan tradisional Kamboja-Tiongkok, kedua negara akan terus saling mendukung pada masalah yang berkaitan kepentingan inti pihak lain dan sejumlah isu penting. Dia menekankan bahwa Kamboja menegaskan kembali kebijakan “Satu Tiongkok”, menentang “Taiwan Merdeka” dalam bentuk apapun, dan bersedia terus meningkatkan pertukaran di bidang diplomatik, pertahanan, penegakkan hukum dan keamanan, mendorong kerja sama proyek ekonomi dan perdagangan, memperluas pertukaran di bidang pertanian, maritim, pariwisata, iptek, budaya dan kesehatan, sehingga kedua negara menjadi tetangga baik, sahabat baik, saudara baik dan mitra baik untuk selama-lamanya.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok