Duterte Kembali Nyatakan Ketidakpuasan Atas Kritik AS mengenai Aksi Anti-Narkoba Filipina

2016-10-06 13:20:29

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte baru-baru ini sekali lagi menyatakan ketidakpuasan terhadap kritik AS mengenai aksi anti narkoba Filipina dan masalah penjualan senjata AS kepada Filipina. Dia menyatakan mungkin akan "berpisah" dengan AS dalam masa jabatannya, dan menyatakan "go to hell" kepada Presiden AS Barack Obama.

Duterte berturut-turut mengeluarkan tiga kali pidato pada saat Filipina dan AS memulai latihan militer bersama "PHIBLEX" tahun 2016, dia menyatakan tidak senang terhadap badai anti narkoba Filipina dan penjualan senjata militer AS kepada Filipina. Duterte mengatakan bahwa dia merasa kecewa terhadap kritik AS mengenai aksi anti narkoba Filipina, dan menganggap bahwa AS bukanlah sebuah sekutu yang dapat diandalkan.

"Mereka bukan saja tidak membantu kami, Departemen Luar Negeri AS bahkan menjadi pihak pertama yang mengkritik aksi anti narkoba Filipina", demikian kata Duterte.

Duterte menekankan bahwa badai anti narkoba yang akan dijalankan tanpa ampun, hingga orang yang terakhir musnah.

Duterte dalam sebuah pidato lainnya menyatakan bahwa saling menghormati sangat penting bagi hubungan kedua negara, tanpa saling hormat, Filipina akan mengubah kebijakan diplomatik, dan akhirnya mungkin akan berpisah dengan AS dalam masa jabatannya, dan mengembangkan hubungan dengan Rusia dan Tiongkok. Duterte mengatakan, AS menolak menjual senjata terkait kepada Filipina, pihak Filipina dapat membeli dari negara-negara lain.

"Jika anda tidak mau jual senjata, saya dapat beli dari Rusia", ujar Duterte.

Mengenai perkataan Duterte tersebut, jubir Gedung Putih AS Josh Earnest memberi jawaban bahwa hubungan sekutu AS dengan Filipina tetap kukuh, dan bermanfaat bagi kedua negara. Dia memperingatkan bahwa perkataan terkait Presiden Filipina berlawanan dengan "hubungan moderat" kedua negara.

Earnest mengatakan, "meskipun kami memelihara hubungan persekutuan yang kukuh, namun pemerintah AS tetap akan mengajukan kekhawatiran kami mengenai gejala eksekusi di luar hukum. Kami belum menerima informasi resmi apapun mengenai perubahan hubungan bilateral dari pemerintah Filipina melalui jalur tersebut."

Sejumlah pakar militer menganalisa, meskipun Duterte mengancam mengurangi pembelian senjata dari AS, bahkan akan "berpisah" dengan AS, namun Filipina akan menghadapi kesulitan dalam hal dana, teknis dan personel jika secara total melepaskan diri dari pengaruh militer AS.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok