Perusahaan Swasta Tiongkok Ciptakan Pola Perkembangan Kolektif di Indonesia

2016-10-04 10:29:55

Sebanyak 15 eksekutif perusahaan Indonesia diundang untuk melanjutkan studinya di Universitas Tsinghua, Beijing pada musim panas yang lalu. Para eksekutif bisnis tersebut akan dipekerjakan di perusahaan modal patungan Tiongkok di Indonesia setelah tamat.

Program yang mendukung tenaga ahli Indonesia belajar di Tiongkok tersebut disponsori Dana Pelatihan Satu Sabuk Satu Jalan yang didirikan PT Investasi Minsheng Tiongkok. Dalam sepuluh tahun mendatang, Dana Pelatihan tersebut total akan menanam modal sebanyak 100 juta RMB untuk mendukung pembinaan tenaga ahli Indonesia yang akan melayani perusahaan Tiongkok di Indonesia.

Pada Maret 2015, PT Investasi Minsheng Tiongkok meresmikan Taman Industri Tiongkok-Indonesia. Taman Industri tersebut menarik investasi sebanyak US$ 5 miliar dari puluhan perusahaan swasta Tiongkok. Diperkirakan investasi total di taman tersebut akan mencapai US$ 10 miliar.

Presiden PT Investasi Minsheng Tiongkok, Li Huaizhen menyatakan, kini pihaknya telah menandatangani nota kesepakatan investasi dengan 20-an perusahaan Tiongkok untuk berpartisipasi dalam pembangunan Taman Industri Tiongkok-Indonesia.

Mengenai alasan pembangunan Taman Industri Tiongkok-Indonesia, Li Huaizhen menjelaskan, strategi Jalan Sutra Laut Abad 21 yang diprakarsai Tiongkok memiliki banyak titik singgung dengan Program Tol Laut yang diajukan pemerintah Indonesia. Apalagi ekonomi kedua negara bersifat saling melengkapi. Dalam lima tahun mendatang, Indonesia akan melakukan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran dan mengeskalasi industri domestik. Untuk itu akan diadakan pembangunan pelabuhan, pertambangan dan lain sebagainya, yang berarti merupakan peluang emas bagi perusahaan Tiongkok.

“Indonesia sekarang setiap tahun membutuhkan sebanyak 30 juta ton besi dan baja, namun kapasitas produksi Indonesia hanya sebanyak 7 juta ton. Kelak satu proyek saja di Taman Industri Tiongkok-Indonesia akan mampu memproduksi beberapa juta ton,” demikian tutur Li Huaizhen, yang memandang Indonesia sebagai “destinasi investasi” bagi Tiongkok yang unggul dalam kapasitas produksi.

Li Huaizhen berpendapat, Taman Industri Tiongkok-Indonesia dapat dijadikan contoh bagi perkembangan perusahaan swasta Tiongkok di luar negeri. Sebabnya adalah perusahaan domestik akan berkembang secara kolektif di luar negeri dan prospeknya cukup cerah karena akan memperoleh manfaat baik di bidang sumber daya manusia maupun labanya.

Ia menunjukkan, Taman Industri Tiongkok-Indonesia yang dipimpin PT Investasi Minsheng merupakan pola perkembangan baru bagi perusahaan swasta yang ingin berkiprah di luar negeri, alasannya ialah perusahaan Tiongkok yang berinvestasi ke luar negeri dalam bentuk “rombongan” atau secara kolektif telah mengurangi risiko dan ongkos operasi, dan akan mewujudkan perkembangan bersama.

Kursus pelatihan dari Universitas Tsinghua dimaksudkan untuk memupuk tenaga ahli lokal bagi perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia, membantu perusahaan Tiongkok mengatasi masalah benturan antara dua kebudayaan yang berbeda melalui manajemen perusahaan via para eksekutif lokal.

Sementara itu, PT Investasi Minsheng Tiongkok akan menyediakan dukungan moneter bagi operasi Taman Industri Tiongkok-Indonesia melalui platform investasinya yang bermarkas di Singapura.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok