Duterte Hentikan Latihan Militer Filipina-AS

2016-09-30 12:36:49

Presiden Filipina Rodrigo Duterte hari Rabu lalu (28/9) menyatakan, latihan militer gabungan antara Filipina dan AS pada bulan depan akan menjadi yang terakhir kali, salah satu sebabnya adalah "Tiongkok tidak senang" dengan latihan militer tersebut. Sementara itu Duterte menyatakan pula, Filipina tidak akan ikut serta dalam patroli pelayaran bersama di Laut Tiongkok Selatan. Pakar terkait berpendapat, pernyataan Duterte itu bertujuan untuk melampiaskan emosi dan ketidakpuasannya atas tuduhan-tuduhan dunia barat, namun maksud sesungguhnya masih perlu diamati lebih lanjut.

Pernyataan ini disampaikan Duterte dalam pidatonya kepada lebih dari 600 warga Filipina saat berkunjung ke Hanoi, Vietnam. Tapi Duterte memastikan bahwa Filipina akan mempertahankan aliansi dengan AS karena sesuai dengan Perjanjian Pertahanan Bersama AS-Filipina yang ditandatangani pada tahun 1951. Duterte mengatakan, Filipina ingin membangun aliansi perdagangan dan komersial baru dengan Tiongkok, sedangkan latihan militer Filipina-AS itu tidak disenangi Tiongkok.

Latihan gabungan Pendaratan Amfibi dengan sandi Phiblex antara Filipina dan AS akan digelar pada 4-12 Oktober mendatang di Filipina. Ini adalah latihan gabungan Filipina-AS yang pertama kali sejak Duterte terpilih sebagai Presiden Filipina.

Pakar dari Akademi Ilmu Sosial Tiongkok Yang Danzhi berpendapat, baru-baru ini, dunia barat terlalu banyak melakukan intervensi kepada urusan dalam negeri Filipina, ini adalah salah satu sebab kenapa Duterte melontarkan pernyataan keras tersebut. Akan tetapi, pakar ini mengatakan, ini hanyalah pelampiasan emosi dan ketidakpuasan Duterte kepada dunia barat, pada dasarnya Filipina tidak mungkin melepaskan sistem kerangka kerja sama defensif dengan AS. Menurut dia, latihan gabungan militer Filipina-AS yang telah berlangsung cukup lama tidak mungkin berhenti, malah akan dilanjutkan terus.

Yang Danzhi berpendapat, Duterte yang berkarakter unik hanya bisa menyampaikan peringatan kepada AS tapi tidak sanggup mengubah konfigurasi politik sekarang ini. Kebijakan Duterte terhadap Tiongkok masih samar saat ini, bagaimana langkah selanjutnya masih perlu diamati lebih lanjut.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok