Latar Belakang Hubungan Yang Tidak Cocok antara Filipina dan AS

2016-09-16 11:03:29

Latar Belakang Hubungan Yang Tidak Cocok antara Filipina dan AS

Presiden Filipina Rodrigo Duterte hari Selasa (13/9) mengatakan, Filipina tidak akan mengadakan patroli bersama lagi dengan AS di LTS. Sehari sebelumnya, Duterte menyatakan pula bahwa AS harus menarik tentaranya dari bagian selatan Filipina.

Pengamat berpendapat, hubungan sekutu erat antara Filipina dan AS selama bertahun-tahun kini mengalami perubahan yang pelik. Karena pemerintah Duterte menganut kebijakan luar negeri yang independen dan seimbang antar negara besar, hubungan Filipina-AS diperkirakan akan memasuki semacam keadaan yang baru.

Perubahan sikap pihak Filipina terhadap AS hanya merupakan bagian perubahan hubungan kedua negara. Sebelum dan sesudah Duterte memangku jabatannya, hubungan kedua negara sudah mulai mengalami kekandasan. Selama kampanye pemilihan Presiden Filipina, AS pernah terang-terangan mengintervensi urusan dalamnegeri Filipina dan menuduh Duterte dengan alasan HAM dan mencoba mendukung calon yang lain naik panggung.

Duterte sesudah naik panggung segera mengubah kebijakan luarnegeri mantan Presiden Aquino III dan mengumumkan Filipina menempuh jalan hubungan luar negeri yang independen.

Analis berpendapat, kebijakan luarnegeri Aquino III dianggap memihak ke AS. Dengan dorongannya, Filipina dan AS menandatangani persetujuan mengenai kerja sama pertahanan, Filipina mengizinkan AS menempatkan personel serta kapal dan pesawat di wilayahnya dan membuka pangkalan militer di dekat LTS kepada tentara AS. Pemerintah Aquino juga mencoba membantu strategi “rebalancing Asia-Pasifik” AS dan secara sepihak mengajukan kasus arbitrasi LTS.

Duterte menyadari bahwa kalau meneruskan kebijakan Aquino III, Filipina akan dibajak oleh AS dan Filipina akan diseret ke lembah yang terisolasi dan menjadi “korban” AS.

Sejumlah gejala menunjukkan, bahwa Filipina tengah dengan sengaja menjauhkan diri dari AS. Namun, pengamat menunjukkan pula, fondasi hubungan Filipina-AS masih berada, dan hubungan kedua negara tidak akan retak dalam waktu pendek.

Kini, antara AS dan Filipina masih ada 3 persetujuan kerja sama yang penting di bidang keamanan, antara lain Perjanjian Pertahanan Bersama yang ditandatangani tahun 1951, Persetujuan Pasukan Kunjungan yang ditandatangani tahun 1998 dan Persetujuan Peningkatan Kerja Sama Pertahanan yang ditandatangani tahun 2014. Persetujuan-persetujuan itu kini masih dijalankan.

Baru-baru ini, Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Filipina menegaskan kembali berlakunya ketiga persetujuan tersebut. Sedangkan, Duterte ketika dilantik juga berjanji akan terus menjalankan persetujuan yang ditandatangani.

Dilihat dari pikiran hubungan luar negeri inti Duterte, ia bukan bertujuan untuk menentang AS melainkan menempuh sebuah jalan tengah. Maka, ia menginginkan AS jelas terhadap perubahan kebijakannya. Profesor Ilmu Politik Universitas De La Salle Richard Haidalian berpendapat, dalam masa bakti Duterte, AS ternyata sulit memperoleh koordinasi strategis dan dukungan diplomatic seperti dulu dan hubungan Filipina-AS akan memasuki semacam keadaan yang baru.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok