Konferensi Etnis Panglong Abad ke-21 Myanmar Digelar

2016-08-31 13:26:56

Saat ini Myanmar masih belum mewujudkan perdamaian menyeluruh dan perang saudara juga belum berakhir. Konferensi Etnis Panglong Abad ke-21 yang akan dibuka hari ini (31/8), merupakan sebuah peluang penting bagi Myanmar, untuk menentukan apakah menuju perdamaian atau malahan menuju perang saudara di masa depan.

Konferensi Etnis Panglong Abad ke-21 akan membahas konsep mengenai sedini mungkin mengakhiri perang saudara dan mewujudkan perdamaian kekal. Hal ini memiliki makna penting bagi Myanmar, sebuah negara yang telah lama menderita akibat perang saudara selama 60 tahun.

Sekarang ini, yang patut disyukuri adalah semua kekuatan Myanmar, termasuk pihak militer telah menyadari bahwa kekuatan militer tidak dapat memecahkan masalah etnis, dialog politik barulah solusi satu-satunya. Sejak berkuasa pada bulan April lalu, Partai Liga Demorasi Nasional (NLD) terus menjunjung tinggi spanduk rekonsiliasi bangsa, meneruskan politik dialog yang diwariskan pemerintah lalu, dan terus mempercepat proses perdamaian. Pemimpin partai berkuasa Aung San Su Kyi beberapa kali menekankan, Myanmar tak bisa mencapai pembangunan menyeluruh tanpa perdamaian kekal.

Konferensi ini merupakan permulaan baru, juga sebuah tahap baru bagi rekonsiliasi perdamaian Myanmar. Diberitakan, konferensi kali ini tidak hanya digelar satu kali saja tapi bersifat periodik, dan berkemungkinan digelar setiap 6 bulan sekali, sampai perdamaian menyeluruh diwujudkan di negeri tersebut.

Tentu saja, konferensi kali ini akan menghadapi banyak tantangan dan kesulitan. Inklusivitas adalah salah satu hal penting dalam konferensi kali ini, dengan kata lain, apakah semua golongan milisi yang dulu pernah ditolak pemerintah bisa berpartisipasi dalam konferensi tersebut akan menjadi topik yang sangat menonjol.

Apapun hasilnya nanti, pembukaan konferensi tersebut telah menandakan kemajuan besar dalam proses perdamaian Myanmar. Politikus harus mengambil pilihan tepat antara perdamaian dan perang, agar semua rakyat Myanmar, termasuk etnis minoritas, bisa menikmati keberhasilan dari perdamaian dan pembangunan.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok