Peluang Pembangunan Jalur Sutra Maritim Abad Ke-21 Dorong Pertumbuhan Ekonomi

2016-08-17 12:28:23

Forum Bisnis Regional Singapura “Jalur Sutra Maritim Abad Ke-21” digelar di Singapura,kemarin (16/8). Lebih dari 500 wakil dari 38 negara mengadakan pembahasan mendalam mengenai peranan sejumlah badan ekonomi dalam pembangunan “Satu Sabuk Satu Jalan”. Mantan Menteri Luar Negeri Tiongkok yang juga Ketua Asosiasi Diplomasi Publik Tiongkok, Li Zhaoxing menghadiri forum itu dan memberi keynote speech.

Pihak sponsor forum tersebut adalah Federasi Bisnis Singapura, dan Kedutaan Besar Tiongkok di Singapura sebagai pihak pendukung khusus forum itu. Itu telah membuktikan bahwa Tiongkok cukup mementingkan topik terkait “Satu Sabuk Satu Jalan”. Duta Besar Tiongkok untuk Singapura, Chen Xiaodong berpendapat, kini prakarsa “Satu Sabuk Satu Jalan” telah menyelesaikan rancangan dan pengaturan tahap awal, sedang melangkah ke tahap perkembangan kontinu. Ideologi kerja sama Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 semakin meresap ke dalam hati orang-orang. Prinsip pokok yakni, konsultasi, pembangunan bersama dan penikmatan bersama telah memperoleh pengakuan luas dari negara-negara sepanjang jalur itu.

Pembangunan Jalur Sutra Maritim Abad Ke-21 tidak terlepas dari pengakuan mendalam negara-negara di sepanjang jalur terhadap ideologi itu. Mantan Menteri Luar Negeri yang juga Ketua Asosiasi Diplomasi Publik Tiongkok, Li Zhaoxing dalam pidatonya menyatakan, Jalur Sutra Maritim Abad Ke-21 dikembangkan dari sejarah panjang pertukaran antar rakyat berbagai negara.

Li Zhaoxing berpendapat, prakarsa penting tentang pembangunan bersama Sabuk Ekonomi Jalur Sutra dan Jalur Sutra Maritim Abad Ke-21 (Satu Sabuk Satu Jalan) yang diajukan oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping pada tahun 2013 itu justru merupakan keberlanjutan dari kekayaan sejarah yang berharga itu. Pembangunan “Satu Sabuk Satu Jalan” juga dapat membawakan perkembangan dan peluang kepada kawasannya.

Di dalam pembangunan Jalur Sutra Maritim Abad Ke-21, ASEAN selalu memainkan peranan penting. Para anggota ASEAN telah menjadi negara-negara penting dalam pembangunan Jalur Sutra Maritim Abad Ke-21.

Meskipun Jalur Sutra Maritim Abad Ke-21 mempunyai arti penting bagi Tiongkok dan negara-negara ASEAN, akan  tetapi terdapat sejumlah negara di luar kawasan yang sengaja memperumit keadaannya, menyalah-artikan maksud baik Tiongkok, dan membesar-besarkan masalah Laut Tiongkok Selatan. Mengenal hal itu, Li Zhaoxing menjelaskan bahwa, “Terus terang, maksud dan tujuan kebijakan Tiongkok mengenai masalah Laut Tiongkok Selatan adalah memelihara hak dan kepentingan sah diri sendiri, serta memelihara perdamaian dan kestabilan kawasan. Tidak ada apa yang disebut sebagai maksud geostrategis untuk mengupayakan pengaruh di kawasan.”

Hanya dengan semangat mengusahakan persamaan dan mengesampingkan perbedaan, barulah dapat membangun keadaan pembangunan saling menguntungkan, “Satu Sabuk Satu Jalan” bukan hanya mengenai pihak Tiongkok saja, melainkan adalah kesatuan suara semua negara di sepanjang “Satu Sabuk Satu Jalan”. Li Zhaoxing mengimbau negara-negara di kawasan memenuhi tuntutan zaman, berani menguasai peluang penting yang diberkati oleh sejarah, dan bekerja sama untuk mendorong pembangunan bersama “Satu Sabuk Satu Jalan”


Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok