Perbaikan Hubungan Tiongkok-Filipina Menjadi Tugas Urgen

2016-07-22 11:33:58

Belakangan ini, kasus arbitrase masalah LTS Filipina menjadi pemisah yang membentang di antara hubungan Tiongkok dan Filipina. Pemerintah Aquino III Filipina pada tahun 2013 telah secara sepihak mengajukan apa yang disebut sebagai arbitrase mengenai persengketaan LTS, ini telah melanggar hukum internasional dan kesepahaman bersama pihak Filipina dengan Tiongkok, juga mengakibatkan semakin meregangnya hubungan Tiongkok dan Filipina. Tiongkok dan Filipina adalah negara tetangga yang tak mungkin berpindah, mewujudkan perkembangan yang sehat dan stabil barulah sesuai dengan kepentingan bersama rakyat kedua negara, sehingga mendorong hubungan Tiongkok dan Filipina menuju arah perbaikan telah menjadi tugas mendesak masa kini.

Tiongkok dan Filipina menjalin hubungan diplomatik secara resmi pada tahun 1975, setelah itu hubungan bilateral secara keseluruhan berkembang secara lancar.

Akan tetapi, seiring dengan menjabatnya Aquino III sebagai presiden Filipina pada Juli tahun 2010, Filipina berangsur-angsur merubah pendiriannya dalam hubungan dengan Tiongkok, khususnya masalah LTS. Hubungan Tiongkok-Filipina pun mengalami perubahan arah. Pada April 2012, kapal AL Filipina secara ilegal menyerang dan mengganggu nelayan Tiongkok di perairan Pulau Huangyan. Pada Januari tahun 2013, Filipina secara sepihak mengajukan arbitrase LTS. Selanjutnya pada Mei 2013, Filipina mencoba melaksanakan tindakan agresi baru di Karang Second Thomas Shoal, kepulauan Nansha. Kemudian pada Maret 2014, Filipina sekali lagi mencoba memperkukuh keberadaan kapal perang di Karang Second Thomas Shoal.

Selama beberapa tahun ini, hubungan Tiongkok-Filipina terus memburuk, dan menghadapi situasi yang sulit. Sumbangan generasi sebelumnya untuk persahabatan Tiongkok dan Filipina hampir dilupakannya, dan masyarakat yang memperhatikan perkembangan hubungan Tiongkok-Filipina merasa sangat sedih. Mencari asal usulnya, pemerintah Aquino III melancarkan kebijakan dan tindakan yang salah, melupakan hubungan Tiongkok-Filipina, dan mencoba mengacaukan situasi di LTS, guna mengambil keuntungan dari situasi yang kacau.

Mengenai hubungan Tiongkok-Filipina sekarang, hanya dengan kembali ke kesepahaman kedua pihak, tetap mengadakan perundingan, dan terus secara efektif dan menyeluruh melaksanakan “Deklarasi Aksi Berbagai Pihak LTS”, benar-benar meredakan dan mengontrol situasi di laut, barulah dapat mengembalikan hubungan bilateral ke rel perkembangan yang sehat.

Opini mencatat, Presiden baru Filipina Duterte dan pemerintah baru Filipina telah menunjukkan sikap positif untuk secara tepat menyelesaikan perselisihan Tiongkok-Filipina, dan mendorong perbaikan hubungan Tiongkok-Filipina, ini adalah sinyal yang sangat menggembirakan. Masyarakat juga menantikan pemimpin baru dan pemerintah baru Filipina dapat memperlihatkan kecerdasan politik, bertolak dari kepentingan bersama kedua negara maupun rakyat kedua negara, melakukan pilihan yang tepat untuk masa depan hubungan Tiongkok-Filipina dan kesejahteraan rakyat kedua negara.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok