Pakar Tiongkok Himbau Filipina Kembali ke Meja Perundingan

2016-07-20 12:47:09

Para pakar yang ikut serta dalam Simposium Think Tank Senior Masalah Laut Tiongkok Selatan (LTS) dan Perkembangan Kerja Sama Regional kemarin mengadakan jumpa pers, dan memaparkan pendapat mengenai masalah LTS kepada wartawan dalam dan luar negeri. Banyak pakar Tiongkok menyatakan, perundingan bilateral merupakan cara penting untuk menyelesaikan masalah LTS sekarang, namun perundingan ini tidak dapat berdasarkan hasil arbitrase yang disebut.

Dalam jumpa pers kemarin, para pakar Tiongkok secara rinci memperkenalkan pendirian pihak Tiongkok mengenai kasusu arbitrase yang disebut kepada wartawan dalam dan luar negeri. Pakar Tiongkok dari CASS Li Guoqiang berpendapat bahwa jika media ingin mengenal kasus arbitrase yang disebut, pertama-tama perlu mengenal hakikatnya. Filipina mengajukan permintaan yang meliputi kedaulatan pulau-pulau LTS dan masalah penggarisan perairan, sedangkan dua isu tersebut sama sekail bukan berada di dalam lingkup administrasi Pengadilan Arbitrase.

Li Guoqiang berpendapat, situasi sekarang diakibatkan oleh sikap Filipina yang keras, namun Tiongkok tidak menutupi pintu untuk menyelesaikan masalah LTS melalui cara diplomatik, perundingan bilateral baru dapat menyelesaikan rangkaian masalah yang dihadapi sekarang.

Mengenai hubungan dengan ASEAN, pakar dari Universitas Renmin Tiongkok Zhao Qizheng menyatakan, meskipun Tiongkok tidak puas akan penyerahan arbitrase secara sepihak oleh Filipina, namun Tiongkok tetap bersikap untuk mengusahakan masa depan yang bersahabat. Yang penting dirinya tidak ingin melihat hubungan dengan ASEAN yang dipengaruhi oleh masalah antara Tiongkok dan Filipina karena kasus arbitrase.

Meskipun Tiongkok selalu bersikap mencari kesamaan sementara mengesampingkan perbedaan, namun selama masa yang pemerintah Aquino III mengajukan arbitrase, pihak Filipina selalu mengontrol opini domestik dengan alasan hak dan kepentingan maritim serta kepentingan nelayan. Dalam jumpa pers media, ada media Filipina bertanya apakah Tiongkok mempertimbangkan masalah kehidupan nelayan Filipina. Zhao Qizheng memberi jawaban, bahwa kehidupan nelayan tidak hanya susah payah tapi juga berisiko. Dia menekankan bahwa nelayan Tiongkok juga menghadapi masalah yang sama, maka kedua pihak perlu sama-sama memahami hal ini dengan murah hati akan kesulitan nelayan, dan memberi lebih banyak toleransi.

Pertentangan industri perikanan adalah salah satu masalah di antara beberapa masalah Tiongkok dan Filipina, tetapi bagaimana dapat secara fundamental menyelesaikan masalah serupa, Zhao Qizheng mengatakan bahwa rakyat kedua pihak sama-sama berharap Tiongkok dan Filipina memulihkan kembali perundingan dan mencapai kesuksesan tertentu. Dia merasa cara terbaik adalah yang mudah diselesaikan dulu baru menyelesaikan yang sulit, misalnya masalah perikanan, masalah membantu dan menyelematkan nelayan jika mengalami badai, bagaimana membentuk garis merah untuk menyelesaikan masalah urgen. Lalu, Tiongkok dan Filipina pelan-pelan menyelesaikan masalah yang lebih mendalam.

Simposium Think Tank Senior Masalah LTS dan Perkembangan Kerja Sama Regional serta jumpa pers dengan media kemarin ditutup di Singapura.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok