Seminar Masalah LTS dan Pembangunan Kerja Sama Regional Digelar di Singapura

2016-07-18 14:04:36

Seminar Ilmu Wadah Pemikir Tingkat Tinggi Masalah Laut Tiongkok Selatan (LTS) dan Pembangunan Kerja Sama Regional digelar di Singapura, hari ini (18/7). Para peserta akan mengadakan pembahasan mengenai tiga topik utama antara lain "Sistem Pemecahan Persengketaan Maritim", "Solusi Pemecahan Persengketaan LTS" serta "Kerja Sama dan Pembangunan Regional LTS".

Seminar kali ini disponsori oleh Institut Tapal Batas Tiongkok yang berada di bawah Akademi Ilmu Sosial Tiongkok, dengan dipartisipasi oleh puluhan pakar dan ilmuwan dari sejumlah universitas di Tiongkok dan Asia Tenggara, yakni Universitas Teknologi Nanyang, Universitas Nasional Singapura, Institut Strategi dan Internasional Malaysia, Institut Strategi Kamboja, Universitas Thammasat, Akademi Ilmu Sosial Tiongkok, Universitas Wuhan, Universitas Xiamen dan Institut Ilmu Militer Angkatan Laut Tiongkok.

Menjelang pembukaan seminar ini, Wakil Direktur Institut Tapal Batas Tiongkok di bawah Akademi Ilmu sosial Tiongkok, Li Guoqiang mengatakan, pertukaran dan kerja sama melalui berbagai platform merupakan modus penting untuk memperdalam saling pemahaman dan mengenal keprihatinan masing-masing. Karena itu, Institut Tapal Batas Tiongkok di bawah Akademi Ilmu Sosial Tiongkok menyelenggarakan seminar ini, berharap pakar Tiongkok dapat bertukar pendapat dengan para ilmuwan Asia Tenggara sekaligus menyampaikan pendirian Tiongkok kepada publik.

Li Guoqiang menyatakan, dirinya sedang menanti-nanti untuk mendengar pendirian dari semua peserta, juga siap menghadapi perdebatan karena pandangan ilmu yang berbeda, mencari persamaan dan mengesampingkan perbedaan di atas dasar komunikasi yang tulus.

Li Quoqiang berpendapat, putusan kasus arbitrase LTS yang jelas sekali memihak Filipina telah secara serius melanggar hak dan kepentingan Tiongkok, juga merusak perdamaian dan kestabilan di kawasan. Li Guoqiang berpendapat, putusan arbitrase tersebut tidak hanya menimbulkan kekacauan di daerah LTS, tapi juga mengganggu hubungan antara Tiongkok dengan negara-negara ASEAN, apabila terus dibiarkan, baik Tiongkok maupun ASEAN akan mengalami kerugian. Namun pakar itu menambahkan, meskipun terdapat perselisihan mengenai klaim LTS antara Tiongkok dan ASEAN, namun pembangunan sosial dan ekonomi merupakan perhatian bersama Tiongkok dan ASEAN.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok