Pendapat "Parlemen Rakyat" Golongan Oposisi Thailand Dikritik

2013-12-15 22:26:27

Belakangan ini, sejumlah tokoh dari kalangan ilmu pengetahuan Thailand menentang keras atas pendapat "Parlemen Rakyat" yang diajukkan oleh golongan oposisi, mereka berpendapat bahwa usulan ini akan adalah kemunduran demokrasi Thailand, bahkan mungkin mengarahkan negara pada jalan Fasis.

Terpaksa tekanan unjuk rasa dalam skala besar, Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra mengumumkan pembubaran majelis rendah, pemilu akan digelar pada tanggal 2 Februari tahun depan. Namun golongan oposisi menolak pemilu ini dan meminta agar Yingluck menyerahkan kekuasaan kepada Parlemen Rakyat yang terdiri dari wakil berbagai kalangan, "Parlemen Rakyat"melaksanakan reformasi di bidang politik untuk mewujudkan demokrasi sesungguhnya.

Akan tetapi, banyak pakar Thailand menentang pendapat ini. Mereka berpendapat bahwa golongan oposisi mencoba membangun vokom kekuasaan politik dengan cara non demokrasi, tindakan ini melanggar konstitusi, tidak saja merugikan demokrasi, juga kemunduran sejarah. Golongan oposisi meminta menggantikan pemerintah yang terpilih oleh rakyat dengan pemerintah yang tidak dipilih rakyat, hal ini sebenarnya sama dengan kudeta.

Golongan oposisi Thailand menolak pemilihan umum karena mereka mengetahui sangat besarnya kemungkinan kemenangan Partai Pheu Thai yang mempunyai dukungan rakyat biasa dalam jumlah besar dalam pemilu. Dalam jangka panjang, Thailand selalu adalah masyarakat dengan dua polarisasi, kebijakan populist Thaksin mempersengit pertentangan rakyat dengan lapisan beda, memperberat pemisahan politik. Oleh karena itu, politik Thailand ingin keluar dari keadaan krisis ini, harus menyelesaikan masalah pertentangan sosial pada pokoknya.

Seorang pengamat yang tidak mengungkapkan namanya berpendapat bahwa Thailand ingin keluar dari krisis selama sekitar sepuluh tahun ini, pemerintah baru harus menyelesaikan ketidakadilan kontribusi, memperkecil kesenjangan antara kemiskinan dan kekayaan, menghilangkan sumber ketidakpuasan rakyat di lapisan bawah, mendirikan sistem politik yang saling mengikat, memberantas korupsi, mengatur kembali struktur ekonomi, meningkatkan daya saingan negara.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok