Menlu Tiongkok dan Rwanda Adakan Pembicaraan

2018-01-14 14:01:07 CRI
Menteri Luar Negeri Tiongkok dan Menteri Luar Negeri Rwanda Lousie Mushikiwabo kemarin (13/1) mengadakan pembicaraan di Kigali, ibukota Rwanda.

Menlu Tiongkok Wang Yi menyatakan, Tiongkok dan Rwanda selalu saling mengerti, saling menghormati dan saling mendukung. Usai kunjungan Presiden Rwanda Paul Kagame ke Tiongkok pada Maret lalu, Kedua kepala negara telah mencapai kesepahaman penting mengenai diperdalamnya saling percaya dan diperluasnya kerja sama. Kunjungannya kali ini ke Rwanda justru bertujuan untuk melaksanakan kesepahaman tersebut, demi mendorong kemajuan baru kerja sama kedua negara di semua bidang. Tiongkok mengharapkan kedua negara mengintensifkan pertukaran di berbagai tingkat dan meningkatkan level saling percaya politik, mengintensifkan sinergi strategi pembangunan dan meningkatkan level kerja sama pragmatis, mengintensifkan pertukaran antar masyarakat dan meningkatkan level saling pengertian, mengintensifkan koordinasi urusan regional maupun internasional dan meningkatkan kemampuan demi menghadapi tantangan regional maupun internasional. Wang Yi menyatakan, Tiongkok mendukung Rwanda, selaku ketua bergilir Uni Afrika, memainkan peranan lebih penting dalam persatuan dan kemakmuran Afrika, Tiongkok juga akan meningkatkan komunikasi dengan Rwanda demi penyelenggaraan baik KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika pada tahun ini, dan bersama-sama mendorong penyinergian antara inisiatif "Satu Sabuk Satu Jalan" dengan strategi pembangunan negara-negara Afrika, sehingga menaikkan kerja sama saling menguntungkan Tiongkok-Afrika ke satu tahap yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan hubungan kemitraan kerja sama strategis komprehensif Tiongkok-Afrika ke satu level yang lebih tinggi.

Pada kesempatan itu, Menteri Luar Negeri Rwanda Louise Mushikiwabo menyampaikan ucapan selamat atas pengadaan Kongres Nasional ke-19 Partai Komunis Tiongkok (PKT), dan juga berterima kasih atas kontribusi penting yang dilakukan Tiongkok kepada pembangunan infrastruktur dan ekonomi Rwanda. Dia menyatakan, persahabatan tradisional Rwanda dan Tiongkok telah mencapai hasil bernas lagi setelah kunjungan Presiden Rwanda Paul Kagame ke Tiongkok pada bulan Maret lalu. Lousise mengatakan, inisiatif "Satu Sabuk Satu Jalan" boleh dikatakan sebagai contoh teladan bagi kerja sama regional antar semua negara di dunia, Rwanda siap melakukan koordinasi yang baik dengan Tiongkok. Menlu Rwanda juga menyatakan kesediaannya untuk meningkatkan komunikasi dengan Tiongkok agar menjamin KTT Beijing Forum Kerja Sama Afrika-Tiongkok yang jatuh pada tahun ini dapat diadakan dengan sukses.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok